Dokter Leo Jelaskan Gejala dan Mood Sex pada Wanita Menopause

Dokter Leonard Pardede saat memberikan sosialisasi kesehatan reproduksi wanita beberapa waktu lalu. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Dokter Leonard Pardede saat memberikan sosialisasi kesehatan reproduksi wanita beberapa waktu lalu. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Spesialis kebidanan dan kandungan dr. Leonard Pardede, SpOG-K menjelaskan terkait gejala, usia rata-rata, dan mood sex, yang dialami wanita pada saat memasuki masa menopause.

Dijelaskan, masa menopause adalah kondisi mati haid selama satu tahun, dalam artian tidak ada haid dalam bulan berjalan.

Menopause dimulai dengan masa pre menopause pada usia 40 tahun sampai mendapati masa tidak haid selama satu tahun, atau disebut menopause pada rata-rata usia 49 sampai 52 tahun.

Gejala pre menopause dipengaruhi oleh hormon seks yang menurun, yaitu gejolak panas tubuh, jantung berdebar-debar, mudah marah (emosional labil), sering infeksi saluran kemih, vagina kering, osteoporisis, bahkan penyakit jantung koroner (penyumbatan pembuluh darah jantung).

“Orang yang mengalami tidak haid karena suntik KB tidak disebut menopause,” kata dr. Leo saat diwawancara Seputarpapua.com, Kamis (22/6/2023).

Karena, menurut dr. Leo, KB suntik tiga bulan memiliki beberapa efek, diantaranya tidak mengalami haid, atau haid hanya berupa flek.

Dokter yang juga Konsultan Obsginsos ini, menjelaskan, jika sudah menopause, itu berarti kondisi rahim sudah tua dan sudah tidak bisa diganggu dengan memberikan obat untuk melancarkan haid.

Juga jika sudah menopause, sebaiknya jangan diprovokasi untuk haid lagi, karena bisa berdampak keganasan pada payudara dan rahim.

“Kalau menopause tidak usah kasih obat untuk mens (menstruasi) lagi, karena nanti bisa jadi masalah, bisa jadi kanker endometrium,” ungkapnya.

Di usia wanita mengalami menopause, mood sex (gairah seks) mulai menurun. Tetapi untuk melayani kebutuhan biologis suami, sudah menjadi tugas dari seorang istri.

Dokter Leo pun menambahkan, di masa menopause, ukuran kelamin dan rahim wanita mulai mengecil, atau disebut atropi dalam bahasa medis.

Bagi perempuan usia menopause dalam menjaga kesehatan alat reproduksi dan hubungan suami istri, perlu melakukan senam kegel dan menjaga kebersihan alat reproduksi.

“Lakukan pemeriksaan kandungan dan papsmear setiap 1 kali setahun, serta setia pada satu pasangan seksual untuk menghindari infeksi menular seksual (IMS),” pungkasnya.

penulis : Anya Fatma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *