Kesulitan, Pangdam Sebut Keberadaan Egianus Kogoya dan Pilot Susi Air Berpindah-Pindah

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI M Saleh Mustafa (tengah), Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring (kanan) dan Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip. (Foto: Alley/Seputarpapua)
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI M Saleh Mustafa (tengah), Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring (kanan) dan Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip. (Foto: Alley/Seputarpapua)

WAMENA | Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa mengaku hingga kini tim gabungan masih terus berupaya melakukan berbagai cara untuk membebaskan Pilot Susi Air Captain Philip Mark Mehrtens yang sudah lebih dari 20 hari disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.

Hanya saja, kata Pangdam, keberadaan kelompok ini yang kerap berpindah-pindah menjadi salah satu kesulitan yang dihadapi tim gabungan TNI-Polri dalam mengendus keberadaan Egianus Kogoya bersama tawanannya tersebut.

“Jadi mereka (Egianus Kogoya Cs) itu terus berpindah-pindah dari tempat yang satu ke yang lain, sehingga ini agak sulit bagi kami,” kata Pangdam di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (1/3/2023).

“Tapi yang jelas posisi mereka sudah tidak di Distrik Paro (Kabupaten Nduga) lagi saat ini,” imbuhnya.

Tak hanya berpindah-pindah, Pangdam mengaku salah satu kesulitan pencarian pilot Susi Air yakni belum adanya kebijakan khusus dari pihak Selandia Baru terkait pemberian bantuan terhadap pembebasan warga negaranya tersebut.

“Ya, memang belum ada kebijakan khusus dari mereka (Selandia Baru) untuk membantu pembebasan warganya itu (Captain Philip). Padahal, seperti contoh kayak dulu, ada WNI kita disandera di Filipina atau di Somalia, negara kita langsung ada upaya memberikan bantuan untuk pembebasan. Nah, tapi sampai saat ini mereka belum,” tandasnya.

 

penulis : Alley

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *