Layani Masyarakat 7 Suku di Papua, RSMM Dapat Akreditas Paripurna Bintang Lima

Ketua Akreditasi RSMM Timika, Dr. Afdal Hasanuddin, Mantan Direktur RSMM, Dr. Joni Ribo Tandisau, Wadir Medis Spesialis Anak RSMM, Dr. Benediktus Andries, Ketua Komite Medik RSMM, dr. Kadek Dian Lestari, Ketua Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP), Anthonius Tapipea dan Drg. Mieke Yunita Viryadi selaku Direktu RSMM menyampaikan hasil Akreditas Paripurna dari Komisi Akreditas Rumah Sakit (Kars), Selasa (4/7/2023). (Foto: Arifin Lolilang/Seputarpapua)
Ketua Akreditasi RSMM Timika, Dr. Afdal Hasanuddin, Mantan Direktur RSMM, Dr. Joni Ribo Tandisau, Wadir Medis Spesialis Anak RSMM, Dr. Benediktus Andries, Ketua Komite Medik RSMM, dr. Kadek Dian Lestari, Ketua Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP), Anthonius Tapipea dan Drg. Mieke Yunita Viryadi selaku Direktu RSMM menyampaikan hasil Akreditas Paripurna dari Komisi Akreditas Rumah Sakit (Kars), Selasa (4/7/2023). (Foto: Arifin Lolilang/Seputarpapua)

TIMIKA | Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas yang terletak di Jalan Poros SP 2-SP 5, Timika, Papua Tengah, menerimah sertifikat Akreditasi Paripurna Bintang Lima dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Ketua Akreditasi RSMM Timika, Dr. Afdal Hasanuddin mengatakan, akreditasi Paripurna ini diraih setelah melalui banyak tahapan penilaian dari KARS.

“Kita dari RSMM minta supaya KARS yang lakukan akreditasi, karena kita berpendapat bahwa KARS ini merupakan salah satu lembaga akreditasi RS yang lebih berpengalaman. Itulah pendapat kita. Badan survei KARS ini sudah ada yang berakreditasi internasional,” ungkap dokter spesialis anak ini.

Ia berharap, setelah terakreditasi Paripurna Bintang Lima, kedepannya RSMM terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan terus mendorong sarana dan prasarana pelayanan masyarakat.

“Akreditasi Bintang Lima ini tergolong yang paling tinggi. RSMM juga tergolong RS yang paling banyak akreditasi. Jadi kedepannya kita terus tingkatkan pelayanan kita,” ujarnya.

Mantan Direktur RSMM, Dr. Joni Ribo Tandisau mengatakan, suatu keharusan untuk suatu RS memenuhi standar-standar yang ditetapkan oleh Kemenkes.

Dengan telah terakreditasi Paripurna Bintang Lima, Joni berharap kedepannya RSMM tetap mempertahankan standar itu.

Akreditasi Paripurna ini bukan berarti semua bentuk layanan akan lengkap di RSMM, mengingat RSMM juga masih banyak membutuhkan sarana dan prasarana yang lain.

“Yang kita sudah punya, kita jalankan di RSMM ini, artinya sudah memenuhi standar, sehingga kita layak terakreditasi Paripurna Bintang Lima,” kata Joni

Sementara itu, Wadir Medis Spesialis Anak RSMM, Dr. Benediktus Andries mengatakan, RSMM tidak berjalan sendiri, tetapi jajaran manajemen telah berusaha berkolaborasi bersama Dinas Kesehatan untuk program-program nasional, guna meningkatkan pelayanan kesehatan anak.

“Kita selalu berkolaborasi dengan Dinkes terutama untuk program nasional,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Komite Medik RSMM, dr. kadek Dian Lestari mengatakan, hingga saat ini RSMM memiliki 11 dokter spesialis, yakni dua dokter spesialis anak, dua dokter spesialis bedah, dua dokter spesialis penyakit dalam, dua dokter spesialis anestesi dan satu dokter spesialis radiologi, sedangkan untuk staf medis dokter umum sebanyak 13 orang.

Ia juga menyampaikan, RSMM merupakan RS yang berkomitmen melayani masyarakat tujuh suku dengan seiring perkembangan zaman.

Tujuh suku yang dilayani RSMM, yakni suku Amungme, Kamoro, Nduga, Mee, Moni, Dani dan Damal.

“RSMM juga bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Kita kedepannya bisa juga melayani seluruh masyarakat Nusantara lainnya yang ada di Timika,” ujarnya.

Ia berharap, kedepannya bisa terakreditasi secara internasional setelah terakreditasi Paripurna ini dan kedepannya bisa jauh lebih baik.

Ketua Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP), Anthonius Tapipea mengungkapkan, akreditasi Paripurna Bintang lima ini tidak lepas dari kerjasama RSMM, YCTP dan YPMAK untuk menjawab setiap tantangan pelayanan tujuh suku di RSMM.

“Kami berharap kepada YPMAK, PTFI dan Pemerintah tetap fokus bersama dalam hal memperhatikan kesehatan masyarakat tujuh suku,” ungkapnya.

Anthonius menuturkan, RSMM dulunya dikenal dengan RS Caritas. Sejak awal berdiri, RSMM bertujuan untuk menolong masyarakat Amungme dan Kamoro dan lima suku kekerabatan c karena saat itu hanya dilayani di RS milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kuala Kencana.

Seiring berjalannya waktu, tahun 1997-1998 PTFI bersama Lembaga Adat yang dinamakan LPMIRJA membuat satu program kesehatan, sehingga didirikan RS Caritas atau yang saat ini dikenal juga sebagai RSMM (LPMIRJA) diganti nama jadi LPMAK.

Sejalan dengan banyaknya perubahan- perubahan di YPMAK maka RS Caritas berubah status menjadi RSMM, sehingga sampai saat ini RSMM bersama-sama Yayasan tanggungjawab untuk berafiliasi dengan PTFI, masyarakat tujuh suku serta YPMAK guna menjalankan program kesehatan melalui RSMM.

“Saat program kesehatan LPMIRJA itu mulai berjalan, maka PTFI bangun RS Caritas atau yang saat ini kita kenal sebagai RSMM. Sampai saat ini program kesehatan ini jadi salah satu yang difokuskan oleh PTFI dan YPMAK untuk melayani masyarakat Amungme, Kamoro dan lima suku kerabat lainnya,” ungkapnya.

Anthonius mengatakan, beberapa capaian yang menjadikan RSMM layak terakreditasi Paripurna ialah telah banyak tenaga dokter dengan banyak pengalaman dan masa kerja.

“Puji Tuhan sampai saat ini RSMM selalu konsentrasi bersinergi dengan pemerintah, baik daerah, provinsi maupun pemerintah Pusat,” pungkasnya

Dalam kesempatan itu juga, Drg. Mieke Yunita Viryadi selaku Direktu RSMM yang baru dilantik pada 1 Juli 2023 menyampaikan, dalam upaya pengembangan RSMM akan mengedepankan pasien asuransi dan umum.

“Saya berharap, seluruh masyarakat Papua bisa datang berobat ke RSMM,” harapannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *