Mama-mama Pedagang Papua di Merauke Tolak Pembangunan Pasar di Blorep

Mama-mama di Merauke Tolak Pembangunan Pasar
Mama-Mama pedagang orang asli Papua di Kabupaten Merauke dalam konferensi pers pada Sabtu, 21 Oktober 2023. (Foto: Emanuel/Seputarpapua)

MERAUKE | Mama-mama pedagang orang asli Papua di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan menolak pembangunan pasar khusus mama-mama Papua yang berlokasi di Blorep, Kelurahan Kamundu, Distrik Merauke.

Aksi penolakan disampaikan oleh puluhan mama-mama pedagang orang asli Papua dengan menggelar konferensi pers di Merauke, pada Sabtu, 21 Oktober 2023.

Salah satu pedagang, Julita Mutom menyatakan alasan penolakan tidak lain karena lokasi pasar yang sedang dibangun tersebut tidak strategis, letaknya berada di daerah pinggiran kota. Mama-mama pedagang khawatir pasar itu nantinya kurang dikunjungi pembeli.

“Siapa yang mau datang beli kalo pasar di pinggiran kota dan jauh dari pemukiman warga. Tentu nantinya juga merugikan kami,” kata Mutom.

Selain berlokasi di pinggiran kota, kata Mutom, tidak ada transportasi umum atau angkutan kota yang beroperasi ke wilayah pasar tersebut. Tentu saja tidak akan ada pembeli atau pengunjung yang mau berbelanja di sana.

“Pemerintah bangun Pasar di Blorep tapi sampai hari ini tidak ada angkutan umum yang beroperasi ke situ. Dengan begitu, siapa yang mau datang belanja di situ? Jadi menurut kami pembangunan pasar di Blorep tidak bermanfaat bagi kami pedagang,” katanya.

“Kami sehari-hari berjualan di Pasar Wamanggu dan juga Pasar Mopah Baru (yang berlokasi di pusat kota). Kalau dipindahkan, tentu jualan kami tidak laku dan ini merugikan kami,” sambungnya.

Pedagang lainnya, Frederika Debat Ndiken menuding bahwa Pemkab Merauke selama ini tidak peka dalam mengakomodir aspirasi mama-mama pedagang orang asli Papua yang menghendaki agar dibangun pasar khusus bagi mereka di pusat kota.

“Kami meminta bupati Merauke bisa lebih mendengarkan aspirasi kami pedagang asli Papua. Kami mau dibangun pasar khusus yang tentunya berada di tengah kota, bukan di daerah pinggiran,” kata Ndiken.

Sementara beberapa pedagang lainnya menyoroti persoalan keamanan dan kenyamanan ketika nanti mereka direlokasi ke pasar tersebut. Pasalnya di kawasan Blorep sering terjadi kasus kriminalitas, dan tentunya itu mengancam keselamatan mama-mama pedagang yang beraktivitas di wilayah tersebut.

“Kawasan itu sangat sunyi, karena di pinggiran kota, dan kawasan itu sangat rawan. Ini (situasinya) akan sangat berbahaya bagi kami pedagang,” kata pedagang lainnya, Antonia Yambendoan.

Mama-mama pedagang pun meminta agar pemerintah membatalkan pembangunan pasar di Blorep dan sebaliknya membangun pasar khusus di pusat kota. Pasar yang dibangun pun harus sesuai konsep dan juga aspirasi orang asli Papua.

Advertisements

Untuk diketahui, Bupati Merauke Romanus Mbaraka pada Sabtu, 14 Oktober 2023 meresmikan pembangunan pasar mama-mama pedagang asli Papua di Blorep. Upaya pemerintah daerah menghadirkan pasar justru mendapat penolakan dan protes dari mama-mama pedagang orang asli di sana.

 

penulis : Emanuel
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *