Menatap Smart City Mimika Versi 2.0

Mimika Smart City
Mimika Smart City

TIMIKA | Program Smart City di Mimika sudah berjalan sejak 2017 lalu. Jika dihitung, maka sudah 7 tahun program “Kota Cerdas” ini berjalan di Mimika.

Kendati sudah tujuh tahun berjalan, jika dilihat hanya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) baru menerapkan pelayanan publik berbasis digital dengan berkesinambungan.

Pembimbing Smart City Kabupaten Mimika yang juga tenaga pengajar di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), yaitu Dr. Techn. Wikan Danar Sunindyo mengatakan, master plan kota cerdas tahap ke 2 atau 2.0 menjadi tindak lanjut dan revisi masterplan pertama yang diterbitkan tahun 2017.

Masterplan kota cerdas 2.0 ini nantinya akan digunakan sebagai dasar OPD dalam mengembangkan program berbasis digitalisasi.

Menurut Wikan akan ada banyak perubahan dari masterplan terdahulu, mengingat infrastruktur pendukung seperti BTS di Mimika yang dibangun di pelosok untuk sambungan internet.

“Jadi kita ada landasan, kelanjutan dari masterplan lalu, selain itu juga ada pembangunan sistem dan perangkat lunak, jadi pasti akan banyak pengolahan data, penggunaan big data juga AI (kecerdasan buatan),” jelasnya di Timika, Senin 6 November 2023.

Selain penggunaan AI, salah satu komponen terpenting kota cerdas adalah diberlakukannya video analytics atau analisis video menggunakan cctv.

“Itu yang utamanya, karena dasar dari kota yang cerdas yah itu pelayanan kepada masyarakat pastinya akan ditingkatkan lagi,” katanya.

Diminta mencontohkan peningkatan sistem pelayanan publik dalam master plan 2.0, Wikan mengatakan pihaknya selaku tim pembimbing mengusulkan pemanfaatan videotron sebagai tempat sosialisasi layanan masyarakat. Kemudian, layanan melalui aplikasi atau website dilayani chatbot (aplikasi yang menjawab secara otomatis).

“Jadi (masyarakat, red) akan diarahkan oleh chatbot ke layanan tertentu yang mereka butuhkan, akhirnya hemat tenaga (karena otomatis dijawab oleh robot) lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Pun begitu, Wikan mengakui ada beberapa kendala yang ditemui soal penerapan program kota cerdas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Mimika.

“Memang masih ada kendala juga yah karena belum semua OPD yang istilahnya merasakan urgensi atau kepentingan dari smart city ini, tetapi kita akan terus mengajak agar semua OPD terlibat,” ujarnya.

Wikan mengatakan dalam program kota cerdas ini Diskominfo yang menjadi pengerak utama, selain Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

“Disdukcapil juga cukup terlibat (dalam pengembangan kota cerdas) dan dari enam dimensi kota cerdas smart goverment, smart branding, smart economy, smart living, smart society dan smart environment, maunya kita ajak semua OPD juga, tapi kan tidak semua kita harapkan tergerak, mungkin harus pelan-pelan dari pimpinan,” jelasnya.

penulis : Fachruddin Aji
editor : Iba

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Yusuf

    Kotanya dibuat aman dan beradab dulu, miras dan pemabuk masih bebas berkeliaran, yg waras harus mengalah SM pemabuk,

    Balas
  2. Teknologi Futuristik

    Smart city merupakan teknologi yang berkembang, terima kasih artikelnya. Perkembangan teknologi membuka peluang baru untuk pengalaman yang lebih mendalam, membawa inovasi yang menarik dan berpotensi besar. Jasa VR Jakarta merupakan solusi untuk merasakan pengalaman visual dan interaktif yang mengagumkan melalui teknologi simulasi realitas virtual.

    Balas
Sudah ditampilkan semua