OPINI | Sumbangsih Kinerja APBN Bagi Pertumbuhan Ekonomi

Abdul Mufid, S.E., M.Ec.Dev Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Abdul Mufid, S.E., M.Ec.Dev Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Oleh: Abdul Mufid, S.E., M.Ec.Dev Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

 

Dampak pandemi Covid-19 dirasakan hampir seluruh negara di dunia. Pandemi Covid-19 juga berpengaruh terhadap perekonomian global yang ditunjukan dengan menurunnya perdagangan global dan tren penurunan harga komoditas global.

Pemerintah berjuang keras agar dampak pandemi tidak menekan terlalu dalam bagi perekonomian Indonesia. Beberapa kebijakan sudah diambil oleh pemerintah dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. Penanganan dalam bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan pemulihan ekonomi nasional menjadi fokus utama pemerintah saat ini.

Di tengah ketidakpastian perekonomian yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan APBN harus fleksibel dan adaptif terhadap semua perubahan, tentunya hal ini menjadi tantangan besar dan berat bagi semua pengelola anggaran di seluruh negara termasuk Indonesia.

Pemerintah sudah berjuang dalam pelaksanaan APBN tahun 2020 dan semester I tahun 2021. Berbagai akselerasi belanja negara yang sudah dilaksanakan berkontribusi besar dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi Covid-19.

Berdasarkan data kementerian keuangan realisasi belanja negara sampai dengan akhir Juni 2021 sebesar Rp1.170,13 triliun (42,55 persen dari pagu APBN 2021), meningkat 9,38 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp796,27 triliun dan realisasi transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp373,86 triliun.

Realisasi belanja pemerintah pusat mengalami peningkatan kinerja dibanding tahun sebelumnya yang dipengaruhi oleh belanja modal dan belanja barang.

Realisasi belanja modal utamanya di pengaruhi oleh pembayaran dan percepatan proyek infrastruktur dasar/konektivitas lanjutan tahun 2020, serta pengadaan peralatan. Sedangkan realisasi belanja barang dipengaruhi untuk penanganan kesehatan/vaksinasi, bantuan pelaku usaha mikro, serta penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.

Kondisi yang berbeda terjadi pada realisasi transfer ke daerah dan dana desa, karena realisasi belanjanya lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2020. Hal ini terjadi karena realisasi DAU dan dana desa yang masih rendah.

Belanja APBN sebagai instrumen untuk mendongkrak roda perekonomian dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik sejak triwulan kedua tahun 2020 sampai dengan triwulan pertama tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tumbuh negatif dan baru pada triwulan kedua tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah tumbuh positif.

Berdasarkan data kementerian keuangan indikator perekonomian nasional menunjukan pemulihan, hal ini terlihat dari meningkatnya indikator konsumsi, manufaktur dan peningkatan aktivitas perdagangan internasional. Adanya perbaikan kondisi ekonomi nasional pada kuartal kedua tahun 2021, yang merupakan hasil kerja keras pemerintah selama tahun 2020 dan 2021 dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dan penanganan pandemi Covid-19.

Harapannya kondisi perekonomian yang sudah mulai membaik akan terus terjaga, meskipun pandemi covid-19 belum tau sampai kapan berakhirnya. Pemerintah sampai saat ini masih terus berjuang agar program pemulihan ekonomi nasional dan penanganan pandemi covid-19 berjalan lebih efektif lagi sehingga dapat mengakselerasi serta memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(AM)

(Opini adalah pendapat atau gagasan penulis yang dikirim ke Redaksi Seputar Papua. Keseluruhan konten menjadi tanggungjawab penulis)
disunting Oleh: Irsul Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *