Pemkab Mimika Kirim 45 Orang Belajar Pengolahan Sampah di Banyumas

Foto bersama usai melakukan rapat pertemuan pembahasan Studi Banding pengelolahan sampah. (Foto: Arifin Lolialang/Seputarpapua)
Foto bersama usai melakukan rapat pertemuan pembahasan Studi Banding pengelolahan sampah. (Foto: Arifin Lolialang/Seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika libatkan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan UMKM untuk mengikuti Studi Banding pengelolahan sampah di Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Plt Kepala DLH Mimika Jefri Deda mengatakan, sekitar 45 orang dikirim untuk belajar mengolah sampah di Banyumas.

“Jadi nanti peserta yang mengikuti studi banding Pengelolahan Sampah di Banyumas sebanyak 45 orang,” kata Jefri, Rabu (3/5/2023).

Menurut Jefri, Banyumas menjadi salah satu kabupaten di Indonesia yang berhasil menangani sampahnya.

Jika metode pengolahan sampah tidak diperbaharui, maka kata dia, lamban laun akan menimbulkan masalah yang berdampak pada lingkungan, maupun ekosistem pada tempat pembuangan akhir (TPA) di Iwaka., karena penanganan masih menggunakan sistim lama, yaitu kumpul, angkut dan buang.

“Mengingat kapasitas sampah mencapai 217 ton perhari, dimana lahan TPA seluas 10 hektar dan terpakai saat ini seluas 6 hektar, berarti jika tetap menggunakan sistim lama, maka tiga sampai empat tahun kedepan sampah di Timika tidak akan tertampung di TPA Iwaka,” terangnya.

Dalam artian, meskipun lingkungan kota Timika bersih, akan tetapi berdampak kurang baik bagi lingkungan di wilayah SP 5, SP6 dan wilayah Iwaka secara keseluruhan.
Ia menambahkan, tahun ini DLH akan membangun gedung Pusat Daur Ulang (PDU), yang nantinya terletak di belakang kantor lama DLH, dijalan Cendrawasih.

Dengan adanya PDU tersebut, 30 persen sampah plastik akan langsung dikelola menjadi bahan serba guna seperti bubuk kristal, batu bata dan yang lainnya.

Selain menggunakan PDU, 30 persen sampah plastik lainnya akan dibakar mesin milik PT Sucofindo yang ada di TPA Iwaka.

“Kita juga kerjasama dengan Sucofindo melalui program CSRnya, tahun ini akan ada mesin reaktor pembakar sampah. Berarti 60 persen sampah plastik akan hilang dan sisahnya dibuang di TPA Iwaka,” katanya.

Jefri berharap, dengan dilakukan studi banding pengelolahan sampah dapat di aplikasikan di Mimika dan semoga dengan adanya gebrakan baru untuk pengelolaan sampah dalam kota, maka kapasitas sampah yang dibuang ke TPA Iwaka bisa berkurang,” pungkasnya.

Sementara, Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob mengatakan, saat ini Pemkab Mimika sedang merubah mindset terkait pengolahan sampah.

Sebab, kata Jhon, selama ini yang dilakukan hanya kumpul, angkat dan buang, semogah melalui studi banding dapat merubah pola pengolahan sampah di Kabupaten Mimika.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *