seputarpapua.com

Penjelasan Tentang Nafsu Makan Meningkat Usai Vaksinasi Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi (Foto: Sevianto/SP)
Ilustrasi (Foto: Sevianto/SP)

JAKARTA | Belum lama ini, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menerima suntikan vaksinasi corona dosis kedua di Istana Merdeka.

Setelah disuntik, Menkes Budi menyampaikan pesan dan kesannya pada masyarakat, serta tenaga kesehatan. Menurutnya, sama seperti saat yang pertama, penyuntikan vaksin corona dosis kedua juga tidak terasa sakit.

Dikutip dari halodoc.com, Menkes Budi mengaku nafsu makannya meningkat dan ingin makan banyak usai menerima suntikan vaksin corona yang pertama, pada 13 Januari 2021. Selain itu, tidak ada keluhan atau efek samping yang berarti. Lantas, apakah benar vaksin corona bisa membuat nafsu makan meningkat?

Nafsu Makan Meningkat Bukan Efek Samping Vaksin Corona
Kesan yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi menimbulkan sedikit kebingungan di masyarakat. Apakah benar vaksin corona memiliki efek samping berupa meningkatnya nafsu makan?

Vaksin corona memang bisa menimbulkan efek samping ringan pada beberapa orang, dan ada pula yang tidak mengalami efek samping apa pun. Kondisi ini tergantung pada kondisi dan reaksi tubuh masing-masing.

Namun, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa nafsu makan meningkat adalah salah satu efek samping vaksin corona. Jadi, tidak bisa dikatakan bahwa apa yang dialami Menkes Budi adalah efek samping dari vaksin corona.

Kendati demikian, mengingat efek samping yang dirasakan setiap orang yang divaksin bisa berbeda-beda, bisa jadi apa yang dirasakan Menkes Budi adalah salah satu bentuk reaksi tubuhnya, dalam membentuk kekebalan. Selama tidak merasakan efek samping yang negatif, tentu tidak masalah.

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal PLOS One, seperti dikutip dari laman The Telegraph, mengungkapkan bahwa nutrisi memainkan peran penting dalam keefektifan vaksin. Studi tersebut menunjukkan bahwa gizi yang baik adalah kunci untuk memperkuat tanggapan kekebalan terhadap vaksin BCG tuberculosis (TB) dan pengobatan TB itu sendiri.

Berita Terkait
Baca Juga