Perubahan Cuaca, Kadinkes Mimika Minta Masyarakat Waspadai Jenis Penyakit Ini

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold R. Ubra saat ditemui wartawan di Gedung Eme Neme Yauware, Jumat (5/5/2023). (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold R. Ubra saat ditemui wartawan di Gedung Eme Neme Yauware, Jumat (5/5/2023). (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)

TIMIKA | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold R. Ubra meminta masyarakat mewaspadai penyakit Influenza, Demam Berdarah atau DBD dan Malaria saat perubahan cuaca.

Rey menyebut, saat ini terjadi perubahan cuaca sehingga penyakit diatas perlu diwaspadai, dan saat ini pihaknya pun sedang mengantisipasi adanya peningkatan demam berdarah dan malaria.

“Intinya dua hal yang bisa dilakukan, bersihkan pekarangan rumah, menjaga kebersihan rumah, tempat perlindungan nyamuk itu dibersihkan dan ditutup dan meminum obat (malaria dan DBD) hingga tuntas,” ujarnya saat ditemui wartawan di Gedung Eme Neme Yauware, Jumat (5/5/2023).

Advertisements

Terkait data kasus malaria, Rey menyebut saat ini per hari bisa memproduksi sebanyak 70 sampai 80 kasus malaria.

“Seminggu dan dua minggu belakangan kami (dinkes) sedang mendiskusikan rencana pengendalian vektor (nyamuk), kalau kita lihat kemarin DBD itu tempat perindukan nyamuk (dikendalikan) dengan melakukan penyemprotan, tapi juga melibatkan sektor terkait dan masyarakat itu berhasil,” kata Rey.

Ia menambahkan, langkah diatas yang akan dilakukan kembali pada Mei hingga Juni mendatang agar tidak terjadi kenaikan jumlah kasus DBD maupun malaria.

Berbicara stok ketersediaan obat malaria di Kabupaten Mimika, Rey menyebut sangatlah cukup. Bahkan pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa skenario agar tidak terjadi kelangkaan seperti yang terjadi tahun 2022 lalu.

 

penulis : Fachruddin Aji
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *