Soal Vaksin, Wabup Mimika: Pemerintah Tidak akan Membunuh Masyarakat

Wabup Mimika Kuatir Penetapan APBD Mimika Tahun 2020 Molor
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob

TIMIKA | Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mungkin membunuh masyarakat.

Penegasan ini berkaitan dengan hingga kini masih ada masyarakat terlebih pegawai pemerintah yang enggan divaksin.

Padahal vaksin adalah salah satu cara pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus asal China itu.

Ia mengakui, menerima vaksin ialah hak setiap masyarakat untuk mau atau tidak, tetapi para ASN termasuk guru-guru seharusnya menjadi contoh kepada masyarakat umum dengan mau menerima vaksin ini sebagai langkah memutus penyebaran virus.

“Mungkinkah mereka tidak mau itu apakah pernah sakit, atau takut hoax yang tersebar itu. Tapi intinya pemerintah tidak akan membunuh masyarakat,” katanya saat diwawancara di Hotel Horison Diana, Jumat (4/6/2021).

Pemerintah tentu mencari solusi yang baik dengan cara-cara yang juga pasti terjamin keamanannya.

Meski demikian kata dia, jika ada yang menolak divaksin, pemerintah tidak serta merta memberikan sanksi karena itu adalah hak untuk mau menerima atau tidak.

“Apakah kita mau berikan sanksi? Tidak. Karena ini hak,” katanya.

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Mimika akan berjuang untuk bisa memberikan vaksin kepada 70 persen dari jumlah masyarakat di Mimika.

reporter : Anya Fatma
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.