Stok Obat Malaria Terancam Habis, Masyarakat Diminta Waspada

Reynold Ubra
Reynold Ubra

TIMIKA | Ketersediaan obat malaria jenis Primaquine di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua terancam habis hingga akhir tahun 2020, sebelum stok baru masuk awal tahun 2021.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra mengatakan, stok obat primaquine saat ini sisa 180 dos dan diperkirakan akan habis di bulan September mendatang.

Bagian logistik dan Tim Malaria Center Mimika telah mendapat konfirmasi dari Kemenkes bahwa bahan baku untuk produksi primaquine baru tersedia akhir 2020.

Selain itu, Dinas Kesehatan Mimika juga telah mengonfirmasi ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan ternyata ketersediaan obat primaquine secara keseluruhan di Papua memang sudah semakin menipis.

“Itu artinya, obat Primaquine ini baru bisa stabil di awal tahun 2021. Berpeluang untuk tidak mencukupi sampai stok baru akan masuk,” kata Reynold di Timika, Kamis (9/7).

Reynold mengakui, ketersediaan obat anti malaria ini menjadi ancaman terhadap tingkat kesakitan malaria. Bahkan pada kondisi tertentu bisa mengakibatkan kematian terutama pada anak-anak.

Di samping itu, kekosongan obat menjadi masalah dan ancaman di tengah pandemi Covid-19. Apalagi kondisi cuaca hujan saat ini, masyarakat harus benar-benar waspada jangan sampai terserang malaria.

“Ancaman kekosongan bagi fasilitas kesehatan swasta juga sama. Mereka juga minta obat dari Dinas Kesehatan,” katanya.

Untuk itu, Reynold mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa harus keluar, dianjurkan memakai lotion anti nyamuk atau memakai baju lengan panjang untuk menghindari gigitan nyamuk.

“Bagi mereka yang sudah terdiagnosa malaria, minum obat sampai tuntas supaya jangan kambuh kembali. Obat ini akan menghancurkan parasit malaria yang ada pada hati,” kata dia.

Adapun primaquine digunakan untuk menangani dan mencegah malaria, penyakit yang disebabkan oleh parasit melalui gigitan nyamuk Anopheles.

Primaquine bekerja dengan menghambat pertumbuhan parasit penyebab malaria dalam tubuh. Dimana, parasit Vivax yang menjadi salah satu penyebab malaria, dapat menimbulkan infeksi kedua setelah pasien sembuh.

Karena itu menurut Reynold, kepatuhan untuk mengonsumsi obat malaria sampai habis menjadi sangat penting. Jika tidak, parasit malaria akan tetap tinggal dalam hati dan mengakibatkan infeksi berulang.

“Rata-rata setiap orang di Mimika dalam setahun terjangkit malaria sekurang-kurang dua kali. Jadi stu orang dua kali dalam setahun. Tren ini terjadi di tahun 2016-2019,” sebutnya.

Reporter: Sevianto
Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar