Upaya Pencarian Pilot Susi Air Terus Dilakukan, TNI-Polri Libatkan BIN dan BAIS

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa didampingi sejumlah pejabat TNI-Polri menyampaikan keterangan pers di Mako Lanud Yohanis Kapiyau, Mimika, Papua Tengah, Senin (20/2/2023). (Foto: Saldi/Seputarpapua)
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa didampingi sejumlah pejabat TNI-Polri menyampaikan keterangan pers di Mako Lanud Yohanis Kapiyau, Mimika, Papua Tengah, Senin (20/2/2023). (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Upaya pencarian terhadap warga berkembangsaan Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens, pilot pesawat Susi Air PK-BVY, terus dilakukan tim gabungan TNI-Polri dibantu Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS).

Pilot Philip Mark Mehrtens sebelumnya disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya pasca pembakaran pesawat Susi Air di lapangan terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Selasa, 7 Februari 2023.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Muhammad Mustafa Saleh menyampaikan sampai saat ini anggota TNI-Polri terus melakukan pencarian terhadap pilot tersebut. Pangdam pun menyebut progres pencarian yang sudah dilakukan hingga kini.

“Dari pencarian tersebut, kita melihat ada progres yang menuju ke arah yang lebih baik,” kata Pangdam dalam jumpa pers di Mako Lanud Yohanis Kapiyau, Mimika, Papua Tengah, Senin (20/2/2023).

Segala antisipasi dari proses pencarian itu, kata Pangdam, tetap dilakukan, begitu juga segala kemungkinan atas langkah-langkah yang diambil telah diperhitungkan keselamatan dari pilot tersebut.

“Jadi komunikasi-komunikasi yang mungkin sedikit terbuka dengan pihak mereka, dan saya apresiasi apa yang sudah dilakukan oleh tokoh agama, tokoh adat dan pemerintah Nduga,” ucapnya.

“Namun saat ini masih menunggu hasilnya yang nyata, karena sebelumnya sepenuhnya kita kasih kepercayaan kepada mereka untuk melakukan dialog dan komunikasi,” terang Pangdam.

Pangdam menambahkan, dalam operasi yang dilakukan terdapat sasaran utama dan sasaran terkandung, yangmana itu adalah sasaran yang kemungkinan mendukung sasaran utama.

“Sasaran-sasaran inilah yang kita lakukan operasi, kita kuasai, kita duduki, karena kelompok KKB pimpinan Egianus Kogoya ini kan dia terpecah-pecah dalam beberapa kelompok, dan ini semua sudah kita deteksi juga,” terang Saleh.

Saleh juga mengimbau untuk kelompok Egianus Kogoya agar menyerahkan diri, hal itu tentunya akan lebih baik daripada ditangkap oleh aparat.

“Kita berdialog menyerahkan diri itu lebih baik, daripada nanti akan ada tindakan-tindakan penegakan hukum yang akan diambil oleh TNI-Polri,” tegasnya.

Sementara itu Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI J. O Sembiring pada kesempatan itu meminta dukungan doa dari semua elemen agar operasi pencarian dan penyelamatan pilot Philip Mark Mehrtens dapat dilaksanakan dengan baik tanpa adanya hambatan yang berarti.

“Kami minta doanya agar TNI-Polri terus dibantu jajaran BIN, BAIS dan Angkatan Udara, semua kita berkolaborasi untuk menyelesaikan tugas ini,” kata Danrem.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *