Vaksin COVID-19 Dijual Bebas Seharga 1.200 Dollar AS di Pasar Gelap

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi

“Anda dapat menemukan apa saja di Darknet. Tidak mengherankan jika penjual di sana mencoba memanfaatkan proses vaksinasi COVID-19 yang sedang dilaksanakan hampir di seluruh penjuru dunia, kata Peneliti Kaspersky. 

Kaspersky menemukan vaksin covid-19 dijual bebas di darknet (pasar gelap di internet). Peneliti memeriksa 15 pasar berbeda di Darknet dan menemukan iklan untuk tiga merek vaksin COVID-19 yaitu Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna. Ada juga yang mencoba mengiklankan vaksin COVID-19 tanpa terverifikasi.

“Selama setahun terakhir, ada banyak penipuan yang mengeksploitasi topik COVID, dan banyak di antaranya berhasil,” kata pakar keamanan Kaspersky Dmitry Galov dalam siaran pers dilansir kantor berita ANTARA, Senin (8/3/2021).

Peneliti mengungkap bahwa mayoritas penjual berasal dari Prancis, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat. Harga per dosis berkisar antara 250 dollar AS hingga 1.200 dollar AS, dengan biaya rata-rata sekitar 500 dollar AS.

Para peneliti menemukan metode komunikasi yang dilakukan melalui aplikasi perpesanan terenkripsi seperti Wickr dan Telegram. Sementara transaksi pembayaran dilakukan dalam bentuk mata uang kripto, terutama bitcoin.

Mayoritas penjual di pasar gelap ini sudah melakukan sekitar 100 hingga 500 transaksi. Kejelasan barang tersebut masih belum diketahui efektivitasnya. Keaslian juga tentu tak dapat dipastikan.

Disebutkan, dari informasi yang tersedia dihimpun para ahli Kaspersky, tidak dimungkinkan untuk mengetahui berapa banyak dari iklan tersebut yang merupakan dosis vaksin yang tepat dan berapa banyak iklan yang merupakan penipuan.

Ahli Kaspersky pun mengimbau publik untuk tidak membeli produk, termasuk vaksin di Darknet untuk terhindar dari penipuan. Jika melihat iklan tentang sesuatu yang berhubungan dengan COVID, perhatikan baik-baik URL situs yang dikunjungi.

Jika hanya satu huruf yang terlihat tidak pada tempatnya, atau jika .com yang biasa telah diganti dengan .com.tk atau sesuatu yang serupa dengan itu, dapat dicurigai itu adalah phising.

Perhatikan juga tata bahasa dan tata letak di situs yang dikunjungi dan email yang diterima. Jika terlihat mencurigakan, ahli memperingatkan agar jangan pernah untuk melanjutkan akses lebih jauh.

“Penting bagi pengguna untuk terus berhati-hati terhadap setiap kesepakatan yang terkait dengan pandemi, dan tentu saja, membeli vaksin dari forum Darknetbukan ide yang baik,” kata Dmitry Galov.

 

Sumber: Antara
Editor: Sevianto Pakiding
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga
Dapatkan Notifikasi ?    Ya Nanti