YPMAK Gelar Bimtek kepada Tim Pokja Program Kampung  di Wilayah ‘Highland’

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BIMTEK | Suasana Bimtek pembuatan LPJ dan Laporan Program Kampung untuk Tim Pokja di daerah dataran tinggi yang digelar YPMAK. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)
BIMTEK | Suasana Bimtek pembuatan LPJ dan Laporan Program Kampung untuk Tim Pokja di daerah dataran tinggi yang digelar YPMAK. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)

TIMIKA | Yayasan Pemberdayaan Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), pada Jum’at (19/11/2021) menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi tim kelompok kerja (Pokja) program kampung.

Kegiatan yang dipusatkan di MPCC YPMAK tersebut, diikuti oleh Tim Pokja dari 8 wilayah yang ada di ‘highland’ (dataran tinggi), yakni Tim Pokja Aroanop, Hoeya, Alama, Waa-Banti, Dumadama, Agimuga, Jila, dan Tsinga.

Pada bimtek tersebut, para peserta mendapatkan penjelasan cara pengisian format laporan pertanggungjawaban (LPJ) program kampung dari Sekretaris YPMAK Johana Saidui dan Anggota Tim Pengelolah Program Kampung (TPPK) Samuel Rorimpandey.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan giro oleh masing-masing Tim Pokja kepada petugas bank.

Sekretaris YPMAK, Johana Saidui mengatakan, Bimtek  dilakukan sebagai rangkaian dari  suatu tahapan dalam proses program dana kampung YPMAK.  Bimtek ini bertujuan agar Tim Pokja yang bekerja di kampung lebih mudah dalam membuat LPJ.

Apalagi alokasi anggaran besar, dan tidak hanya untuk program saja. Tetapi ada alokasi yang dikhususkan untuk upah masyarakat yang terlibat dalam program ini.

“Karenanya sangat perlu dilakukan Bimtek, agar Tim Pokja Kampung paham apa yang harus dilaporkan ke kita,” katanya.

 

FOTO | Foto bersama Sekretaris YPMAK Johana Saidui dan Anggota TPPK Samuel Rorimpandey de gan para peserta Bimtek. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)

 

Hal-hal yang perlu dilaporkan oleh Tim Pokja Kampung. Johana menjelaskan, seperti operasional (terkait dengan transportasi, perjalanan Tim Pokja yang terkait dengan program). Kemudian, konsumsi serta belanja.

Semua kegiatan itu harus dibuktikan dengan adanya transaksi yang tertulis. Karenanya, pihaknya sudah memberikan format pelaporan yang mudah dan sederhana. Sehingga mereka bisa melaporkan pertanggungjawaban dengan akurat dan bisa dipertanggungjawabkan ke YPMAK.

“Walaupun  tanpa Bimtek mereka (Tim Pokja) bisa melaporkan. Tapi tidak seperti yang diharapkan. Karenanya dengan Bimtek diharapkan mereka bisa melaporkan semua penggunaan alokasi anggaran yang diberikan,” jelasnya.

Sementara Terkait jumlah anggaran yang diterima setiap Tim Pokja, khususnya di dataran tinggi. Johana menerangkan, di dataran tinggi ini ada 8 wilayah dan alokasinya berbeda-beda.

Seperti untuk tiga lembah (Tsinga, Aroanop, dan Wa-Banti) alokasinya sebesar Rp3 miliar. Kemudian, untuk wilayah Hoeya, Jila, dan Agimuga sebesar Rp 2 miliar. Sedangkan untuk Alama dan Dumadama sebesar Rp 1 miliar.

“Besaran alokasi ini memang ada perbedaan, yang ditentukan dari jarak. Namun hal ini masih terus dilakukan evaluasi untuk kedepannya,” tuturnya.

Sementara Samuel Rorimpandey menambahkan, untuk pencairan anggaran ini ada 2 tahap. Tahap pertama setelah program dari Kampung itu masuk dan diverifikasi oleh TPPK, maka anggarannya dicairkan agar Tim Pokja bisa bekerja.

Kemudian, untuk tahap kedua. Setelah program ditahap pertama dijalankan, maka Tim Pokja membuat LPJ. Yang tujuannya untuk pencairan anggaran tahap kedua.

“Sampai saat ini belum ada program yang masuk. Diharapkan 1-2 minggu kedepan program yang diusulkan sudah ada, agar anggaran bisa dicairkan dan mereka bisa bekerja,” katanya.

Untuk penggunaan anggaran kata Sam, ada presentase dalam penggunaannya.  80 persennya wajib untuk masyarakat dalam bentuk upah setelah bekerja. Bukan diberikan secara cuma-cuma.

Sementara 20 persen untuk kerja Pokja, mulai sosialisasi, mereka berkunjung ke lokasi kerja, transportasi dan konsumsi.

“Ini program dana kampung, sehingga masyarakat harus bekerja, apakah perbaikan, kebersihan, dan lainnya. Dengan bekerja masyarakat akan mendapatkan upah. Sehingga bisa dikatakan program ini bukan bagi-bagi uang. Hal ini sudah ditekankan kepada Tim Pokja,” ungkapnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Dua Tahun YPMAK  Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Dua Tahun YPMAK Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Baca Juga