Polda  Papua Gelar Perkara Kasus Penembakan Mama Kamoro

Polda  Papua Gelar Perkara Kasus Penembakan Mama Kamoro

TIMIKA | Polda Papua akan melakukan gelar perkara hasil investigasi kasus kematian Imakulata Emakeparo (55) yang diduga tertembak di Porsite, Pelabuhan Amamapare, Kabupaten Mimika pada Minggu 4 Februari 2018. 

 

Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan mengatakan, gelar perkara terhadap perkembangan penyelidikan kasus tersebut telah dijadwalkan dilaksanakan di Mapolda Papua, Jayapura, Selasa (6/3) besok. 

 

“Hari ini (Senin 5 Maret) Kasat Reskrim (AKP Rudy Priyosantoso) berangkat ke Jayapura untuk mengikuti gelar perkara di Polda Papua,” kata AKBP Indra Hermawan di Timika, Senin (5/3).

 

Tim gabungan Polda Papua telah memeriksa sejumlah saksi termasuk suami almarhum Imakulata, dan enam personel terdiri atas dua anggota Satgas Brimob Polda Kalimantan Timur, dua orang security PT Freeport Indonesia dan dua anggota Lanal Timika. 

 

“Nanti dilaporkan perkembangan investigasi, apakah sudah semua lengkap. Saat ini tinggal keterangan dari masyarakat, karena baru satu orang saksi diperiksa. Kami butuh saksi lagi dari masyarakat,” ujar Hermawan.

 

Salah satu saksi kunci dalam kasus penembakan mama asal suku Kamoro yang diduga melibatkan oknum anggota Satgas Brimob Kalimantan Timur hingga kini belum bisa dimintai keterangan lantaran melarikan diri saat kejadian.  

 

Saksi kunci berinisial NR (18) tersebut merupakan tersangka kasus pencurian di pabrik pengeringan dan penampungan konsentrat milik PT Freeport Indonesia di Porsite Amamapare. 

 

NR diperlukan menjadi saksi dalam dugaan kasus penembakan tersebut, karena yang bersangkutan berada di lokasi kejadian dan menjadi pemicu terjadinya insiden penembakan ketika berupaya melarikan diri usai ditangkap. 

 

“Kami masih kesulitan untuk memeriksa saksi tersebut, dia yang ada di TKP saat itu. Dia juga yang melihat, mendengar dan mengalami,” tutur Hermawan. 

 

Sedangkan suami korban telah dimintai keterangan, sebab yang bersangkutan dilaporkan bersama dengan istrinya dalam sebuah perahu sampan dan hendak menyeberang untuk mengambil air minum di Porsite saat kejadian. 

 

Mama Imakulata Emakeparo diduga tewas tertembak saat terjadi keributan di sekitar Cargo Dock, Porsite Pelabuhan Amamapare milik PT Freeport Indonesia pada Minggu 4 Februari 2018.

 

Peristiwa bermula setelah sekitar tiga orang warga Pulau Karaka dilaporkan memasuki kawasan pabrik pengeringan konsentrat milik PT Freeport Indonesia di Portsite. Security perusahaan itu bersama aparat keamanan kemudian melakukan pengejaran.

 

Seorang warga berinisial NR (18) tertangkap lalu dibawa ke Pos Security Porsite, Amamapare untuk diinterogasi. Selanjutnya NR diduga kuat terlibat aksi pencurian tersebut dan hendak dibawa ke Polres Mimika untuk diperiksa lebih lanjut.

 

Namun di tengah perjalanan melalui jalur perairan, NR nekat melompat dari speed boat dengan kondisi tangan terborgol. Ia berteriak meminta tolong kepada warga di sekitar area penyeberangan Porsite-Cargo Dock.

 

Sejumlah warga kemudian berdatangan lalu berusaha melindungi NR dan menghalau aparat dengan lemparan batu. Sempat terjadi keributan hingga terdengar letusan senjata api diduga berasal dari senjata aparat Brimob Polri.  

 

Warga Pulau Karaka kemudian memadati kawasan tersebut. Sekitar enam personel aparat yang terdiri dari dua anggota Brimob, dua security dan dua anggota Lanal Timika dalam speed boat tersebut kemudian mundur meninggalkan lokasi. 

 

Sekitar pukul 23.00 WIT, mama Imakulata Emakeparo dilaporkan sudah terkapar dan mengalami luka robek pada bagian kepala tembus belakang, setelah diduga terkena tembakan oknum aparat Brimob Polri. 

 

Kemudian sekitar pukul 05.30 WIT, Emakeparo tiba di rumah sakit Caritas (RSMM) dengan kendaraan medis SOS  PT Freeport Indonesia. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. (rum/SP)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *