BMKG Cabut Peringatan Tsunami, Warga Ternate Masih Khawatir

Senin, 08 Jul 2019 10:31 WIT
GEMPA MALUT - Personel Basarnas hingga Pagi hari berpatroli pasca-peringatan dini tsunami berakhir. Sejumlah warga terlihat enggan kembali ke rumahnya terutama di pesisir pantai. (Foto: Antara/Abdul Fatah)

JAKARTA | Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan tsunami akibat gempa bumi M 7,0 di Ternate, Maluku Utara yang terjadi pada Minggu (7/7) malam.

Dalam akun Twitter resminya yang dipantau pukul 00.15 WIB, BMKG menyatakan bahwa peringatan dini tsunami gempa yang terjadi di Maluku Utara itu telah berakhir.

Namun, sejumlah warga yang berdomisili di pesisir pantai Ternate, Maluku Utara enggan kembali ke rumah. Mereka masih diliputi rasa khawatir akan terjadinya tsunami.

"Akibat gempa berkekuatan 7,1 Skala Richter sekitar 24.08.39 WIT, hingga kini kami masih mengungsi ke rumah keluarga yang berada di kawasan Kalumata Puncak," kata salah seorang warga pesisir Kalumata, Muhammad Fadli di Ternate, Senin.

Gempa bumi di sekitar lokasi: 0.51 LU, 126.18 BT 135 km Barat Daya Ternate dengan kedalaman 10 Km mengakibatkan sebagian warga pesisir pantai di Ternate mengungsi ke di rumah kerabat yang berada di kawasan puncak.

Menurut Fadili, dirinya membawa ketiga anak dan istrinya menggunakan mobil ke daerah dataran tinggi meskipun telah ada peringatan berakhirnya potensi tsunami di daerah Malut.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Hasyim Yusuf ketika dikonfirmasi menyatakan, gempa berkekuatan 7,1 SR itu membuat warga panik dan berlarian ke daerah ketinggian.

Akan tetapi, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan berbagai sarana infrastruktur akibat dari guncangan gempa tersebut. 

Kendati demikian, dirinya menginstruksikan personilnya untuk tetap melakukan pemantauan pascagempa yang terjadi di Ternate dan berbagai daerah lainnya di wilayah Malut.

Sedangkan, suasana Kota Ternate berangsur normal meski masih nampak warga terutama yang berada di kawasan dataran tinggi Kalumata Puncak maupun Koloncucu Puncak masih terlihat masih bertahan di luar rumah, meskipun peringatan dini tsunami telah berakhir.

Di tempat terpisah, Kasubbag Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Iksan Muhammad Nur menyatakan, personel Basarnas disiagakan ke berbagai titik untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan pasca-gempa di Ternate.

"Basarnas telah menyiagakan armada dan personel untuk melakukan patroli mulai dari kawasan Jambula hingga Bandara Babullah dan mengimbau warga untuk kembali ke rumah karena peringatan dini tsunami telah berakhir," kata Iksan.

Sementara itu, hingga Senin pagi dari Pantauan Antara, warga Ternate memulai aktivitas rutinnya terutama di Pasar Gamalama di pesisir pantai terlihat para pedagang mulai menjajakan dagangannya, bahkan di Kantor Wali Kota Ternate yang berada di Pantai Falajawa terlihat ratusan ASN mengikuti apel pagi yang berlangsung setiap Senin. (Antara/rum/SP)

 

Sumber: Antara

Editor: Sevianto

Kategori:
Bagikan