Daud Bunga: Sembako dari Pemerintah Harus Berisi Makanan Bergizi dan Vitamin

PERTEMUAN | Pertemuan anggota DPRD Mimika dengan eksekutif, Jumat (22/5). (Foto: Nya Fatma)
PERTEMUAN | Pertemuan anggota DPRD Mimika dengan eksekutif, Jumat (22/5). (Foto: Nya Fatma)

TIMIKA | Anggota DPRD Mimika Daud Bunga menilai pembagian sembako dari pemerintah kepada masyarakat terdampak Pandemi Covid-19 sangat kurang.

Daud dalam pertemuan anggota DPRD Mimika, Jumat (22/5), menyebutkan bahwa bantuan sembako yang diberikan sangat kurang mulai dari jumlah hingga vitamin dan gizi di dalam bantuan tersebut.

Pembatasan sosial yang saat ini diterapkan Pemerintah Kabupaten Mimika tentu berpengaruh pada masyarakat yang memperoleh pendapatan harian, dan pemerintah bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka.

“Kita tidak bisa memprediksi corona ini kapan selesai kemudian karena sekarang pemerintah sudah mengambil kebijakan untuk kegiatan dari pagi sampai jam 2 itu menghentikan kegiatan, maka ini harus dipikirkan tentang kebutuhan pokok masyarakat. Masyarakat yang betul-betul memang berdampak ini harus dipikirkan kebutuhannya sekarang,” katanya menjelaskan.

Masyarakat menerima bantuan sembako berupa 25 kg beras, 1 kardus mie instan, telur dan beberapa bahan pokok lainnya.

Menurutnya jumlah beras yang diberikan harus ditambah mungkin menjadi 50 Kg untuk setiap KK. Hal ini karena pemerintah dan siapapun tidak dapat memprediksi pandemi Covid-19 akan berlangsung sampai kapan.

“Menurut saya bantuan 25 kilo itu suatu perhatian tapi kami usulkan supaya itu ditambah,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Daud juga mengusulkan agar pemerintah juga bisa memberikan pangan lokal seperti umbi-umbian kepada masyarakat.

Hal ini juga menurutnya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya Mama Papua yang menjual hasil kebun mereka seperti umbi-umbian.

“Disamping itu harus ada pangan lokal,” katanya singkat.

Selain itu, menurutnya, mie instan tidak begitu penting untuk diberikan kepada masyarakat. Sebaiknya diganti dengan makanan lain yang lebih bernilai gizi tinggi.

Ia juga meminta pemerintah agar bisa menambahkan vitamin-vitamin dan suplemen yang bisa meningkatkan imun tubuh dalam sembako yang diberikan itu.

“Mie instan itu tidak terlalu penting tapi makanan yang mengandung nutrisi itu harus diberikan kepada masyarakat. Vitamin juga harus dimasukkan dalam satu paket bantuan,” tutupnya.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar