Dibangun Sejak 1995, Begini Cerita Proses Pembongkaran Jembatan Selamat Datang

Jembatan Selamat Datang setelah dibongkar. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Jembatan Selamat Datang setelah dibongkar. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika pada tahun 2021 telah membangun satu jembatan Selamat Datang Jalan Cenderawasih dari sisi kiri (dari arah kota Timika). Pembangunan jembatan ini bersamaan dengan peningkatan Jalan Cenderawasih yang dibuat dua lajur.

Hal itu kemudian mengakibatkan jembatan yang lama tidak sesuai dengan desain jembatan yang baru. Untuk itu, pada tahun 2022 ini Pemkab Mimika membongkar jembatan lama kemudian membangun jembatan baru yang desainnya disesuaikan dengan jembatan sisi sebelah kiri.

Jembatan Selamat Datang sisi kanan memang sudah ada sejak lama. Dimana diketahui dibangun sejak tahun 1995 terhitung sudah 27 tahun berdiri untuk akses kendaraan berlalu lalang dari arah Kuala dan Satuan Pemukiman (SP) ke dalam kota Timika.

Untuk membuat kembar seperti jembatan sisi sebelah kiri, jembatan yang penuh kenangan tersebut harus di bongkar terlebih dahulu.

Proses pembongkaran dan pembangunan baru dilakukan oleh PT Papua Mandiri selaku kontraktor pemenang tender dengan nomor kontrak 602.1/078/BM/2022, tanggal kontrak adalah 29 Juli 2022.

Pihak kontraktor, Marwan Fadilah menjelaskan secara teknik proses pembongkaran tidak terlalu sulit karena mereka sudah terbiasa melaksanakan proyek seperti itu.

Namun tetap ada perbedaan sebab struktur baja dari jembatan lama adalah buatan luar negeri yang lebih tebal dan keras sehingga waktu pembongkaran membutuhkan waktu yang lama.

“Saat pembongkaran tantangannya tidak terlalu berat, cuman lebih sulit dalam pembongkarannya,” ujarnya ketika ditemui di lokasi jembatan selamat datang, Jumat (9/9/2022).

Dalam proses pembongkaran, pihak kontraktor menggunakan alat berat yakni Excavator dan Rock Breaker (pemecah batu) dengan jumlah crew saat pembongkaran sekitar 15 orang, yang nantinya bisa bertambah saat pembuatan jembatan yang baru.

Untuk struktur baja jembatan yang baru dipesan dari Jakarta berjenis Warderbird. Dimana baja ini menurut kontraktor tidak diragukan kualitasnya.

“Tidak akan berpengaruh dengan kualitas karena produknya ini adalah produk dari Australia cuman produksinya di Indonesia jadi kita pesan juga bukan langsung lewat orang indonesia pemasarannya saja yang di Indonesia, memang bajanya agak tipis tapi lebih kuat, dan tentu berkualitas jadi tidak diragukan karena prodaknya dari luar negeri juga,” katanya.

Untuk waktu pengerjaan jembatan tersebut pihak kontraktor diberikan waktu empat bulan. Dengan durasi waktu seperti ini, pihak Kontraktor mengaku waktu tersebut mepet.

Sebab untuk baja yang dipesan dicetak setelah ada pembayaran Down Payment (DP) baru dicetak.

“Itu memakan waktu sekitar dua bulan setengah, setelah itu ada waktu pengiriman lagi dari Jakarta ke Timika. Pada saat datang Erection-nya mungkin cepat saja sekitar satu minggu kita sudah bisa set kemudian cor lantai kalaupun molor tidak terlalu lewat dari Januari,” jelasnya.

Sehingga menurut mereka, tantangan paling berarti itu adalah mengejar waktu. Diakui saat tender sudah mengalami keterlambatan sebab dengan posisi jembatan yang harus dibongkar dan dibuat ulang dengan waktu empat bulan tidaklah cukup.

“Tapi mau bagaimana sudah waktunya itu diberikan seperti itu. Ini kan jembatan bukan baru dibuat tapi ada pembongkaran juga itu yang makan waktu juga, tapi Insyaallah bisa terselesaikan,” ujarnya.

Marwan menjelaskan setelah jembatan baru selesai akan bertahan selama puluhan tahun namun per lima tahun atau 10 tahun tentu akan dilakukan perawatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Dominggus Robert Mayaut menjelaskan pembangunan jalan tersebut dikerjakan melalui dana APBD senilai Rp13.887.000.000.

Dengan ukuran panjang bentang 30 meter dan lebar 9 meter. “Untuk lebar ini tujuh meter aspal, bahu kiri jalan satu meter, bahu kanan jalan satu meter, sehingga seimbang dengan jembatan sisi kiri yang sdh ada saat ini,” kata Robert.

Dikatakan pemugaran jembatan Selamat Datang sisi kanan menjadi penting dilakukan mengingat usia jembatan dan meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Kita bikin sama dengan sebelah karena bahaya kalau kendaraan dari kanan (arah SP2 ke arah kota) itu kemarin kan ada yang menabrak tiang listrik, maka kita bikin agar seimbang antara (jembatan) sisi kiri dan kanan,” jelasnya.

Ditanya soal kemungkinan penyelesaian pemugaran, Robet menyebut pihaknya berusaha agar selesai pada Desember mendatang.

“Dasarnya tetap (penyelesaian) di Desember, tetapi kalau pun ada tambahan waktu secara perpres, itu urusan kedua, kita harus selesaikan sesuai kontrak yaitu di Desember meskipun bisa diperpanjang menurut perpres,” jelasnya.

 

reporter : Kristin Rejang
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.