Dinkes dan Freeport Segera Riset Kesehatan Dasar Masyarakat Mimika

Foto bersama usai Launching Kegiatan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Hotel Horison Diana, Kamis (7/10/2021). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Foto bersama usai Launching Kegiatan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Hotel Horison Diana, Kamis (7/10/2021). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua melalui Dinas Kesehatan bersama PT Freeport Indonesia segera melakukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kabupaten Mimika, tahun 2021.

Riset akan dilakukan di 30 kampung di Kabupaten Mimika, yang dimulai dari kampung terdekat yang menjadi wilayah prioritas terpilih.

Mengawali program tersebut, Dinkes dan Freeport me-launching Riskesdes di Hotel Horison Diana, Kamis (7/10/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra menjelaskan riset kesehatan dasar daerah adalah suatu penelitian untuk mengukur sejauh mana pelayanan kesehatan atau derajat kesehatan yang sudah diberikan dalam periode paling tidak 2019- 2021 akhir.

Hasil riset tersebut akan memberikan gambaran berapa persen atau berapa besar derajat kesehatan masyarakat baik itu kesakitannya, kematiannya, kecacatannya dan juga faktor-faktor yang mempengaruhi terkait dengan kesehatan.

Data hasil riset akan menjadi masukan kepada pemerintah untuk
mengukur masa RPJMD 2019- 2024 sesuai visi-misi kepala daerah.

“Saya pikir kali ini sepertinya diantara kabupaten kota di Indonesia, ini akan menjadi model riset kesehatan berskala daerah, kita sebutnya dengan mini Riskesdas,” katanya.

Riset yang dilakukan, pihaknya tidak hanya mengumpulkan data berdasarkan wawancara atau pengukuran fisik seperti berat badan, tinggi badan, atau lingkar lengan, lingkar perut tapi juga mengkolaborasikan, karena di Papua ada survey terpadu dan biologi terpadu. Pihaknya juga akan mengukur berapa Hb seseorang, gula darah masyarakat, berapa total kolesterol.

“Jadi akan ada pengambilan darah sampel biologis supaya kita bisa melihat masyarakat ini cenderung kesehatannya naik, turun atau stabil dan kemudian akan menjadi salah satu masukan supaya Pemda, baik eksekutif, legislatif itu bisa mengetahui dan bisa menjadi bahan masukan bagi pemerintah provinsi termasuk pusat yakni kemenkes,” katanya.

Sementara itu, Director & EVP Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan, Riskesdas penting dilakukan untuk masyarakat, Pemda, dan juga PTFI.

Lewat riset tersebut, ada dua hal yang ingin diketahui, pertama investasi sosial yang ingin dilakukan dalam bidang kesehatan dan mengetahui dampaknya.

Kedua tentunya untuk mendapatkan gambaran apakah ada dampak dari operasi PTFI secara spesifik.

“Misalnya tadi ada pernyataan terkait dengan apakah ada dampak terkait dengan tailing ini,” ungkapnya.

Tailing itu secara aturan, kata Claus berbahaya karena volume bukan karena beracun.

“Ini hal yang harus dipahami kalau teman-teman lihat upaya yang kita lakukan di tailing saat ini ada penanaman kembali itu semua berjalan,” katanya.

Nah lewat riset ini PTFI ingin lihat sebenarnya secara reguler memang sudah di lakukan,setiap hari.

Namun ini akan menjadi bagian dari riset bersama Pemda untuk lebih spesifik melihat kondisi kesehatan masyarakat.

“Freeport kami juga punya investasi yang besar sekali untuk bidang kesehatan bersama Pemda. Kami juga ingin memotret situasi masyarakat kita terutama mereka yang ada di sekitar areal penampungan tailing kami, juga kami ingin tahu kondisi kesehatan mereka seperti apa,” katanya.

Asisten 1 Setda Mimika,Yulianus Sasarari mewakili Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan, dengan cakupan wilayah Mimika yang cukup luas, tentu diperlukan strategi agar jangkauan pemerintah dapat dirasakan oleh masyarakat khususnya dibidang kesehatan.

Ia berharap data dan informasi hasil riset, pemerintah bisa melakukan perencanaan dan perumusan kebijakan kesehatan serta intervensi semakin terarah, efektif dan efisien.

“Kami berikan apresiasi kepada PTFI juga Dinkes, serta semua pihak yang terlibat dalam riset ini. Peran dan dukungan Anda sangat penting dalam mendukung upaya perencanaan evaluasi kinerja 5 tahun. Hasil riset ini akan digunakan sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat berkelanjutan,” pungkasnya.

penulis : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *