Hipertensi, Wabup Mimika Gagal Disuntikan Vaksin Covid-19

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob menjalani pemeriksaan kesehatan saat Vaksinasi Covid-19 Perdana di Kabupaten Mimika. Foto: Sevianto Pakiding/SP
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob menjalani pemeriksaan kesehatan saat Vaksinasi Covid-19 Perdana di Kabupaten Mimika. (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

TIMIKA | Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob batal disuntikan menerima vaksin Covid-19 jenis sinovac pada pelaksanaan vaksinasi perdana di Kabupaten Mimika, Papua.

John sapaan akrab Johannes Rettob dinyatakan tidak lolos screening setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan sesaat sebelum menuju meja vaksinasi.

Menjadi orang pertama yang dipanggil, Wakil Bupati melakukan pendaftaran ulang kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan dan screening ulang 16 kriteria penerima vaksin.

Diketahui, Wabup memang menderita hipertensi. Dan pada pemeriksaan itu tidak bisa menerima vaksin karena tekanan darah yang cukup tinggi mencapai 190.

“Sangat menonjol adalah tekanan darah saya, Dokter tadi periksa dua kali, 190. Berarti mungkin ada stres, saya memang hipertensi,” katanya disela-sela vaksinasi.

Padahal ia sudah beristirahat cukup dan berdoa agar kondisi kesehatannya membaik agar bisa menerima vaksin.

IKLAN-TENGAH-berita

“Saya tidak boleh karena saya punya tensi tinggi,” ujarnya.

Akan tetapi, selain hipertensi, Wabup sebelumnya saat di-screening juga sudah ingatkan karena pernah menjalani operasi lutut, terlebih saat ini sedang menjalani terapi osteoarthritis.

Hal itu merupakan salah satu kriteria yang tidak bisa menerima vaksin ada pada pertanyaan nomor 12 di lembar screening.

“Dokter sudah bilang nomor 12 tidak boleh,” katanya.

Sementara saat diwawancara, kata Wabup, tekanan darah yang boleh untuk menerima vaksin ialah dibawah 140/90.

“Jadi mungkin kesempatan berikut saya istirahat baik. Mungkin saya akan ikut juga selama saya tidak ada penyakit lain,” tuturnya.

Namun ia bersyukur karena pelaksanaan vaksinasi perdana di Mimika berjalan baik, karena diikuti pejabat publik mulai dari forkopimda, tokoh agama hingga pimpinan-pimpinan rumah sakit.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar