Kampung Nayaro Bangun dan Bersihkan Fasilitas Publik Gunakan Dana dari YPMAK

Ketua Pembina YPMAK Jhony Lingga saat menyerahkan bantuan sembako pada Monev di Kampung Nayaro. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)
Ketua Pembina YPMAK Jhony Lingga saat menyerahkan bantuan sembako pada Monev di Kampung Nayaro. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)

TIMIKA | Kampung Nayaro Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, membangun dan bersihkan fasilitas umum menggunakan dana program kampung 

Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Dengan dana Rp500 juta yang diterima dua tahap dari YPMAK, Kampung Nayaro membeli 6 unit perahu fiber beserta mesinnya, membersihkan gedung publik, membersihkan jalan dan membuat lampu jalan.

Pemamfaatn dana program kampung YPMAK sesuai kebutuhan masyarakat ini diungkap Kelompok Kerja (Pokja) kepada tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan, Selasa (26/3/2024).

Tim Monev yang melakukan Monev terdiri dari pembina, pengawas dan pengurus.

Monev YPMAK mencakup program kampung, pendidikan dan kesehatan. Kampung Nayaro masuk 5 dasar kampung (Daskam) Suku Kamoro. Kampung lainnya yang masuk Daskam, yakni Tipuka, Ayuka, Nawaripi dan Koperapoka.

Wakil Direktur YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro mengatakan, tujuan kunjungan ke Kampung Nayaro untuk melakukan Monev program kerja yang sudah dilakukan YPMAK, seperti program kampung dari Divisi Ekonomi dan program pendidikan dan kesehatan.

“Dengan semua tim yang turun, maka bisa melihat dan mendengar program-program yang sudah dijalanka serta mendengar keluhan dari masyarakat,” kata Ihfa.
Di Kampung Nayaro sesuai laporan dari kelompok kerja (Pokja)

Wakil Direktur YPMAK Nur Ihfa Karupukaro saat menyampaikan sambutan pada Monev di Kampung Nayaro. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)

Semua program yang dilaksanakan merupakan kebutuhan masyarakat, dan semua itu dikerjakan oleh masyarakat sendiri. Namun ke depan diharapkan adanya kolaborasi antara dana dari program kampung dengan dana desa.

Ketua Pembina YPMAK, Jhony Lingga mengaku senang ke Kampung Nayaro bersama YPMAK.

Jhony Lingga mengatakan, apa yang dilakukan YPMAK bukan mengambil alih program pemerintah tetapi mendukung. Untuk itu perlu koordinasi antara pemerintah, YPMAK,dan PTFI sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam melaksanakan program.

“Semua program yang dilaksanakan YPMAK ini untuk merangsang dan memotivasi masyarakat agar kedepannya lebih baik,” ujarnya.

Ketua Pengawas YPMAK, Jhon Mamiri mengatakan, Tim dari YPMAK datang untuk melihat secara langsung pelaksanaan program kampung yang sudah dirasakan oleh masyarakat. “Kita harus bersyukur, karena sudah menerima manfaat dibanding yang dulu,” katanya.

Masyarakat dapat merasakan program yang dikerjakan. Pengurus terus berupaya mengusulkan agar ada program yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Anggaran program kampung setiap tahun Rp40 miliar untuk wikayah pesisir pantai dan pegunungan. Dimana untuk pegunungan Rp20 miliar dan pesisir pantai yang dihuni Suku Kamoro juga Rp20 miliar.

Khususnya untuk kampung-kampung di pesisir pantai, setiap kampungnya mendapatkan Rp300 juta-Rp350 juta. Sementara Kampung Nayaro yang masuk dalam 5 Daskam ada perbedaan dengan kampung di pesisir pantai. Dimana untuk 5 Daskam mendapatkan Rp500 juta per kampung, dan itu diserahkan dalam 2 tahap.

“Dari program tersebut, kami berharap anggarannya bisa digunakan dengan baik, sehingga kebutuhan di kampung bisa terpenuhi. Dan bisa dikolaborasikan dengan dana desa,” ungkapnya.

Selain itu, program kampung ini tidak akan pernah berhenti selama perusahaan (PTFI) masih beroperasi. “Program kampung ini bagus, karena seluruh masyarakat di kampung bisa terlibat dan merasakan hasil kegiatan tersebut,” ujarnya.

Dalam kunjungan, Tim Monev YPMAK juga menyerahkan bantuan Sembako kepada masyarakat.

penulis : Mujiono
editor : Iba

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *