Korban Tindak Asusila Oknum Tokoh Agama Didampingi BKMT

Pertemuan ormas Islam di Masjid Arrahman Timika. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Pertemuan ormas Islam di Masjid Arrahman Timika. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Korban tindak asusila yang dilakukan oleh oknum tokoh agama di Mimika saat ini tercatat sudah empat korban.

Sekretaris PHBI Mimika, yang ditunjuk sebagai juru bicara ormas Islam, Rony Irnawan mengungkapkan sudah ada pendampingan bagi para korban.

Pendampingan bagi para korban diserahkan kepada Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Mimika.

“Pendampingan korban sudah ke BKMT,” kata Rony di Masjid Arrahman Timika, Senin (13/12/2021).

Sebelumnya, diberitakan Seputarpapua.com oknum Kepala Sekolah (Kepsek) di salah satu sekolah yang juga tokoh agama di Timika, Kabupten Mimika Papua diperiksa polisi terkait duguaan asusila yang dilakukan kepada muridnya.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata membenarkan bahwa oknum Kepsek beinisial S tersebut sedang diperiksa Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sedang melakukan penyelidikan.

Pihaknya juga sedang memeriksa para korban.

“Sebagian sementara dalam pemeriksaan di Reskrim, sekitar ada empat korban baru,” kata Kapolres, Senin (13/12/2021), di Mapolres Mimika, Mile 32.

Kata Kapolres, pihaknya sedang mengumpulkan bukti termasuk CCTV kamar mandi sekolah untuk proses penyelidikan.

Informasi lainnya, perbuatan oknum kepala sekolah sudah dilakukan sejak lama. Bahkan kepada seorang korban, sempat dilakukan mediasi. Namun korban lebih memilih menempuh jalur hukum.

Korban lainnya pun hari ini, Senin, sedang mendatangi Unit PPA untuk melaporkan perbuatan oknum kepala sekolah tersebut.

Tanggapi Berita ini
reporter : Anya Fatma
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.