Manuver 150 Perahu Simbol Menolak Lupa Tradisi di Festival Asmat Pokman 2022

Para pria Asmat beradu kecepatan dan ketangkasan mendayung serta bermanuver di Muara Kota Agats, Sabtu (8/10/2022). Parade ini merupakan rangkaian dari Festival Asmat Pokman 2022. (Foto: Dul/Seputarpapua)
Para pria Asmat beradu kecepatan dan ketangkasan mendayung serta bermanuver di Muara Kota Agats, Sabtu (8/10/2022). Parade ini merupakan rangkaian dari Festival Asmat Pokman 2022. (Foto: Dul/Seputarpapua)

AGATS | Festival Asmat Pokman hadirkan parade manuver perahu dalam perhelatan ke 35 festival tersebut di Kota Agats, Asmat, Sabtu (8/10/2022).

Setiap kampung yang ikut parade perahu itu mengirimkan 10 perahu beserta pendayungnya. Total perahu yang terlibat dalam parade ini 150 unit.

Perahu yang diterjunkan merupakan perahu panjang yang bentuknya ramping. Lima hingga enam orang pendayung beratribut tradisional mendayung sambil berdiri di dalam perahu berukuran 6 hingga 7 meter itu.

Bersenjatakan dayung menyerupai tombak, para pendayung pria itu beradu kecepatan dan ketangkasan mengarungi ombak sambil bermanuver di Muara Kota Agats.

Kurator Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat, Emerikus Sarkol menjelaskan, parade ini digelar sebagai bentuk pemeliharaan tradisi orang Asmat yang hidupnya berdampingan dengan sungai.

Emerikus mengakui, saat ini pemilihan perahu bermesin tidak dapat dihindari dalam konteks modernisasi. Percepatan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan hidup membuat orang-orang Asmat harus menggunakan perahu bermesin dalam aktivitas.

Oleh karena itu, kata Emerikus, meski ada kebiasaan yang bergeser, namun filosofi mendayung perahu harus melekat dalam jati diri orang Asmat.

“Kalau pakai perahu bermesin itu kan orang harus beli bensin dan lainnya. Sedangkan kalau memakai perahu dayung, mereka cukup memberi kerabatnya itu makan minum dan turut bersama-sama mendayung mencapai tujuan. Jadi filosofi sosial ini yang harus terus dijaga,” pungkas Emerikus.

Festival Asmat Pokman ke 35 ini berlangsung sejak 6 hingga 12 Oktober 2022, di Kota Agats.

Festival Asmat Pokman diikuti 590 seniman dan seniwati, yang terdiri dari 200 pengukir, 60 pengayam, 180 penari dan 150 manuver perahu.

Tanggapi Berita ini
reporter : Yonri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.