Melihat Venue PON XX di Mimika, Rp500 Juta untuk Biaya Perawatan

Kondisi Venue Panjat Tebing dan Biliard di Kabupaten Mimika. (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)
Kondisi Venue Panjat Tebing dan Biliard di Kabupaten Mimika. (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)

TIMIKA | Dua tahun sudah PON XX Mimika berlalu, venue yang dahulu penuh dengan penonton juga panitia kini tampak sepi.

Berdasarkan pantauan seputarpapua.com di venue-venue pada Rabu (17/5/2023), rumput-rumput pun semakin tinggi terlihat di sekitar dan di dalam venue.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Yakob (Yopi) Toisuta menyebut pihaknya menyiapkan petugas khusus untuk melakukan penjagaan dan merawat.

Advertisements

“Seluruhnya (venue panjat tebing, biliard, futsal) ada dibawah Disparbudpora sebelum diserahkan ke Perusahaan Daerah (Prusda), karena semua arahnya akan ke Prusda,” ungkapnya saat ditemui wartawan, Selasa (16/5/2023).

Ditanya soal anggaran perawatan venue, Yopi mengatakan menghabiskan dana sekitar ratusan juta.

“Tidak terlalu banyak, karena gedung kan tidak rusak, kita pemeliharaan cat, dan halaman, tidak lebih dari 500 juta lah,” ujarnya.

Yopi juga menyebut akan ada sedikit perbaikan berat di venue panjat tebing karena ada bagian atap yang mengalami kerusakan.

“Kemarin ada yang patah, karena angin, anggaran (perbaikan) itu akan kami ajukan di (APBD) Perubahan,” katanya.

Khusus venue futsal adalah hasil hibah dari Provinsi Papua kepada Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Hari Jumat mendatang, kalau tidak ada halangan akan ada penyerahan peralatan eks PON (yang diadakan) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui provinsi,” ucapnya.

Advertisements

Ditanya peralatan Cabor mana yang akan diserahkan Yopi mengaku tidak mengetahui secara pasti.

Ditanya soal komitmen pihaknya menggelar kegiatan olahraga demi pemanfaatan venue, Yopi menegaskan pihaknya tidak dapat berjalan sendirian, sehingga perlu kerjasama dengan pengurus cabang olahraga.

Advertisements

“Cabor-cabor harus kreatif, kita dari pemerintah hanya mendorong, menyediakan fasilitas, tanpa dukungan dari Cabor maka tidak bisa jalan, karena kita tidak hanya urus satu Cabor saja,” tegasnya.

Para penggurus Cabor pun diminta kreatif untuk mencari sponsor dan tidak mengharapkan dari pemerintah saja.

“Kalau ada yang kurang baru nanti pemerintah bantu, jadi kembali ke Cabor,” tutupnya.

penulis : Fachruddin Aji

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *