OPINI | Peluang Kerja Sama Kawasan antara Indonesia dengan PNG

Salwa Abelia Zalianty

Oleh: Salwa Abelia Zalianty

Kerja sama antara Indonesia dengan Papua New Guinea (PNG) memiliki potensi yang signifikan dalam berbagai bidang. Sebagai dua negara tetangga di kawasan Pasifik, keduanya dapat saling mendukung untuk mencapai tujuan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meskipun ada perbedaan status politik antara kedua wilayah ini, ada beberapa peluang untuk meningkatkan kerjasama dalam hal ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Beberapa peluang kerja sama regional antara Indonesia dan PNG:

1. Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan

Indonesia dan PNG memiliki peluang untuk meningkatkan perdagangan bilateral mereka, termasuk membuat prosedur pabean lebih sederhana dan efisien, memungkinkan sistem logistik yang lebih kuat, dan mempromosikan pembentukan Dewan Bisnis Bersama antara Indonesia dan PNG.

Indonesia dan PNG sepakat untuk secara aktif mengeksplorasi dan mengejar manfaat ekonomi tertentu di masa depan. Dengan adanya komitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, terdapat potensi yang besar bagi kerja sama antara Indonesia dan PNG di masa mendatang.

2. Peningkatan Infrastruktur dan Konektivitas

Indonesia dan PNG telah menandatangani berbagai perjanjian kerja sama, termasuk dalam bidang infrastruktur. Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Perdana Menteri Papua New Guinea, Peter O’Neill, telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai area, meningkatkan perdagangan di luar pasar perbatasan, mempromosikan investasi dan kerja sama dalam pengembangan infrastruktur, dan mendorong keterlibatan bisnis swasta di bidang energi, telekomunikasi, dan perikanan.

Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan bahwa kedua negara telah sepakat untuk memperkenalkan penerbangan untuk rute Moresby-Denpasar-Jakarta dan Port Moresby-Singapore-Jakarta. Presiden Joko Widodo berharap untuk munculnya berbagai peluang bagi perusahaan kontruksi Indonesia guna membangun konektivitas yang lebih efisien dan infrastruktur di PNG guna meningkatkan hubungan antar negara.

4. Pengembangan Sumber Daya Alam dan Lingkungan

Peluang kerja sama antara Indonesia dan PNG dibidang pengembangan sumber daya alam dan lingkungan dapat mencakup berbagai aspek, terutama dalam konteks eksplorasi dan pengelolaan sumber daya alam yang melibatkan sektor energi, pertambangan, kehutanan, dan lingkungan. Namun, dalam mengembangkan sumber daya alam, pemerintah kedua negara ini harus memastikan bahwa eksploitasi sumber daya dilakukan secara berkelanjutan dan memperhatikan dampak lingkungan.

5. Pendidikan dan Kesehatan

Kerja sama antara PNG dan Indonesia di bidang kesehatan dan pendidikan sering menjadi bagian penting dari hubungan bilateral antara kedua negara. Pada umumnya, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, serta untuk memperkuat kapasitas institusi di kedua sektor tersebut.

Pada tahun 2023, Indonesia berjanji memberikan bantuan untuk merenovasi rumah sakit di Port Moresby dan memberikan beasiswa untuk belajar di perguruan tinggi dalam negeri. Selain itu, pada pertemuan bilateral antara Indonesia dan PNG pada tahun 2023, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama pendidikan tinggi.

Kunjungan bilateral Badan Kerjasama Antar-Parlemen (BKSAP) Indonesia ke PNG pada tahun 2023 juga membahas peningkatan capacity building serta meningkatkan sumber daya manusia. Presiden Joko Widodo juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama dengan negara Pasifik, termasuk PNG dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan dan kesehatan.

6. Keamanan dan Pertahanan

Kerja sama antara Indonesia dan PNG di bidang keamanan dan pertahanan dinilai sangat penting untuk memperkuat stabilitas di kawasan tersebut. Meskipun kerja sama ini mungkin bergantung pada sejumlah faktor, termasuk dinamika politik internal masing-masing negara dan kebijakan luar negeri, beberapa potensi area kerja sama bisa meliputi pertukaran informasi intelijen untuk mengatasi ancaman bersama, termasuk kejahatan lintas batas, peredaran senjata ilegal, dan aktivitas teroris, mengadakan program pelatihan dan latihan militer bersama untuk meningkatkan kemampuan personel militer dari kedua negara, dan juga meningkatkan kerja sama dalam pengawasan perbatasan dan keamanan maritim untuk mencegah aktivitas ilegal, termasuk perdagangan ilegal dan perikanan yang tidak sah. Berbagai kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan ini dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan PNG, sekaligus mendukung stabilitas dan keamanan di kawasan.

Indonesia dan PNG perlu menciptakan kerangka kerja sama yang saling menguntungkan dan memperhatikan kepentingan bersama, sambil menghormati otonomi dan kedaulatan masing-masing pihak.

Diplomasi terbuka dan berkelanjutan antara kedua negara tersebut, juga menjadi faktor penting untuk memastikan bahwa kerja sama berjalan lancar dan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat di kedua wilayah. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan PNG. (***)

Referensi
Malawat, A. (2020). Pelaksanaan Politik Luar Negeri Indonesia dalam Peningkatan Keamanan Wilayah Perbatasan Indonesia-Papua New Guinea. Wanua: Jurnal Hubungan Internasional, 5(1), 38-63.

Fauzi, D. T. (2016). Fenomena Masalah Lintas Batas Indonesia-Papua Nugini Dan Pengaruhnya Terhadap Hubungan Bilateral Indonesia-Papua Nugini (Doctoral dissertation, UNPAS).

Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional di Universitas Cenderawasih.

(Opini adalah pendapat atau gagasan penulis yang dikirim ke Redaksi Seputar Papua. Keseluruhan konten menjadi tanggungjawab penulis)

disunting Oleh: Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *