Pemkab Mimika Teken MoU dengan Pangansari, Telur Lokal Kini Berjaya di Freeport

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Pemkab Mimika, Ignatius Edi Santoso saat memberikan berkas MoU kepada Senior HR/IR Legal Manager PT Pangansari Utama, Portonatus Lenggamali. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Pemkab Mimika, Ignatius Edi Santoso saat memberikan berkas MoU kepada Senior HR/IR Legal Manager PT Pangansari Utama, Portonatus Lenggamali. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika teken Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Pangansari Utama (PSU) sebagai perusahaan jasa catering bagi karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani pada 3 November 2022 itu, bertujuan untuk menyerap telur lokal melalui sertifikasi Nokor Kontrol Veteriner (NKV) dalam rangka meningkatkan daya saing pada budidaya ayam petelur.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. Sabelina Fitriyani mengatakan saat ini sudah ada tiga peternak yang mendapatkan sertifikasi.

Dari 52 peternak ayam petelur di Mimika, 12 diantaranya memiliki kapasitas 2.000 ekor keatas. Dari 12 itu sudah ada tiga yang mendapatkan sertifikasi NKV.

“Hal ini menjawab keinginan Pemkab Mimika dalam melibatkan stakeholder khususnya PT Freeport Indonesia melalui PT Pangansari Utama, yang memberikan support kebutuhan makan karyawan mempunyai pasar yang luas dan besar. Sehingga itu sangat memungkinkan produk peternak lokal kita bisa terserap oleh Pangansari,” kata Sabelina dalam sambutannya di acara penyerahan sertifikat NKV kepada peternak, Senin (7/11/2022).

Karena itu dengan penandatanganan MoU antara Pemkab Mimika dan Pangansari Utama, Sabelin mengucapkan terimakasih lantaran telah mengambil telur dari peternak lokal yang sudah terverifikasi.

“Kami berharap agar pihak swasta terus mendukung sektor peternakan demi meningkatkan ekonomi kerakyatan di Mimika,” ujarnya.

Saat ini, produksi telur dari 52 peternak di Mimika menghasilkan 13,4 ton per hari, itu juga disuplai ke beberapa daerah tetangga. Dengan begitu Mimika boleh dikatakan telah mencapai swasembada telur.

“Tidak perlu datangkan dari luar seperti dari Surabaya. Kita sudah tutup lalu lintasnya dan masyarakat bisa menikmati telur lokal.
Tahun ini juga kita akan bangun rumah potong ayam skala 3.000 ekor,” ungkapnya.

Sementara Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Pemkab Mimika, Ignatius Edi Santoso mengatakan, aksi perubahan strategi penyerapan telur lokal oleh Freeport melalui PT Pangansari, dan itu melalui sertifikasi NKV dalam peningkatan daya saing pada usaha budidaya ayam petelur, memiliki tujuan agar peternak memiliki produk telur yang berkualitas dan berdaya saing.

Kemudian, produk telur lokal yang sudah bersertifikat NKV selain diserap oleh Pangansari, juga dapat mempertahankan Papua bebas dari penyakit Avian Influenza (AI).

“Dengan ditandatanganinya kerjasama MoU antara Pemkab Mimika dengan PT Pangansari Utama, merupakan langkah maju dalam upaya pemasaran produk telur lokal,” katanya.

Pemkab juga menyerahkan tiga sertifikat NKV kepada tiga peternak ayam petelur yang sudah lulus audit oleh tim auditor Provinsi Papua.

“Semoga ketiga peternak ini menjadi inspirasi dan mendorong bagi para peternak yang lain untuk segera memperbaiki dan melengkapi usaha peternakannya untuk bisa memiliki sertifikat,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.