Penjual Daging Babi Minta Pemerintah Rutin Periksa Babi

Pedagang daging babi di Pasar Sentral, Markus Mempa. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Pedagang daging babi di Pasar Sentral, Markus Mempa. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Penjual daging babi di Pasar Sentral meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) Mimika melakukan pemeriksaan rutin terhadap babi.

Salah satu pedagang daging babi di Pasar Sentral, Markus Mempa mengatakan, sesuai instruksi Disnak Keswan untuk sementara tidak menjual daging babi karena adanya penyebaran virus African Swine Fever (ASF).

“Kita terakhir jualan sudah dari tanggal 2 Februari,” kata Markus di lapaknya, Selasa (20/2/2024).

Ia menerima bahwa larangan menjual daging babi ini hanya untuk sementara sambil menunggu perkembangan penyebaran virus ini.

Markus mengatakan, babi yang dijual ini ada yang dibeli dari peternak, ada juga yang pelihara sendiri. Menurutnya, babi yang dipelihara dalam keadaan sehat

“Kami juga ada pelihara, selama ini kami punya babi ada aman,” kata Markus.

Menurutnya, sebenarnya penjualan babi bisa terus dilakukan dengan cara dilakukan pemeriksaan rutin setiap hari terhadap babi-babi yang mau dipotong untuk kemudian dijual dagingnya.

“Yang kita mau potong babi sehat tapi takut juga. Jadi mungkin dinas bisa bikin pemeriksaan rutin babi yang kita mau potong,” katanya

Lanjutnya, dari pada babi yang sehat dibiarkan hidup justru lebih berpotensi terkena virus dan akan mati.

Sementara itu, sejak tidak berjualan, belasan pedagang daging babi di Pasar Sentral mengaku kesulitan dari sisi ekonomi.

“Setengah mati sekali, untuk makan ternak saja susah. Kebijakan dari Disnak itu harusnya selamatkan babi yang sehat, biar kita tetap jualan, ekonomi kita tetap jalan,” katanya.

Ia mengharapkan Dinas Peternakan dan Keswan untuk menyelamatkan babi babi yang masih sehat untuk bisa dipotong dan tidak terkena virus ASF.

“Saya punya babi masih sehat, mau potong dilarang, kalau potong di rumah juga tidak ada yang beli,” pungkasnya.

penulis : Anya Fatma
editor : Iba

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *