Perjuangan Pendidikan di Kabupaten Yalimo, Jalan Kaki Pikul Komputer untuk Ikut ANBK

Siswa YPR Passvalley didampingi oleh guru Eneas Bitibalyo berfoto di tengah perjalanan menuju ke SD Wambak, Kabupaten Yalimo. (Foto: Ist For Seputarpapua)
Siswa YPR Passvalley didampingi oleh guru Eneas Bitibalyo berfoto di tengah perjalanan menuju ke SD Wambak, Kabupaten Yalimo. (Foto: Ist For Seputarpapua)

Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) kini sementara gencar dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serempak di seluruh Indonesia pada 19-20 September 2022.

Asesmen Nasional adalah program evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.

Tak mau ketinggalan, SMP YPR Passvalley di Kabupaten Yalimo, Distrik Abenaho, Provinsi Papua juga mengikuti ANBK tersebut meskipun banyak kendala yang dihadapi.

Yusup Belwawin, seorang guru di Yalimo kepada Seputarpapua.com menceritakan bagaimana perjuangab mereka mengikuti ANBK.

Yusuf mengatakan, ANBK merupakan salah satu kegiatan yang baik dan baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Yalimo sehingga menurut mereka sangat penting untuk diikuti.

Dalam kegiatan ANBK tersebut, pihak sekolah harus menyiapkan berbagai perlengkapan seperti komputer yang memadai juga jaringan internet yang stabil.

“SMP YPR Passvalley sudah memiliki perlengkapan komputer yang memadai sehingga pihak sekolah sangat bersemangat untuk melaksanakan kegiatan ANBK,” katanya.

 

Para siswa ketika mengikuti ANBK di SD Wambak (Foto: Ist For Seputarpapua)

 

Namun ada permasalah yang dialami, yaknu sekolah YPR Passvalley belum memiliki jaringan telekomunikasi daru Bakti Kominfo seperti yang sudah dipasang di sekolah lainnya di Kabupaten Yalimo.

Sulitnya Lakukan Sinkronisasi Sebelum ANBK Karena Jaringan

Yusup bercerita sebelum kegiatan ANBK dilaksanakan para guru harus berusaha melakukan sinkronisasi untuk pengambilan data, baik data siswa maupun soal yang sudah disiapkan oleh pusat, sehingga pihaknya harus mencari jaringan yang baik agar bisa melakukan sinkronisasi tersebut.

Akhirnya Yusup bersama rekan-rekannya mencari cara agar bisa melaksanakan sinkronisasi di lokasi yang terdapat jaringan, salah satunya du SD Negeri Wambak yang jaraknya sekitar 3 kilo meter dari SMP YPR Passvalley.

Dengan memikul 1 unit CPU, 1 Unit Monitor, 1 unit Laptop dan kabel LAN, mereka berusaha mencari jaringan di SD Wambak, namun di sana jaringan tidak stabil.

“Dikarenakan jaringannya kurang stabil saya coba mencari tau di beberapa sekolah yang lokasinya tidak terlalu jauh, yang juga memiliki jaringan Bakti Kominfo, ada SMA dan SMP terdekat namun jaringan juga rusak karena tersambar petir,” katanya.

Sempat putus asa, karena belum melakukan sinkronisasi, akhirnya ada petugas kesehatan di Puskesmas terdekat mengarahkan mereka untuk ke Puskesmas.

“Ketika ke Puskesmas, saya mencoba minta izin dan diizinkan untuk melakukan sinkronisasi di situ, waktu yang dibutuhkan juga cukup lama, tapi tidak selesai akhirnya kami kembali ke rumah lalu coba lagi akhirnya sampai jam 2 subuh baru kami selesaikan sinkronisasi,” kata Yusup.

Yusup Belwawin

 

Siswa Jalan Kaki Pikul Komputer untuk Ikut ANBK

Tibalah tanggal 19 September 2022, sekitar 21 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan yang merupaka siswa kelas 7 dan 8 SMP YPR Pasvaley bersama para guru bersiap menuju SD Wambak sebagai lokasi UNBK, sebab di SMP YPR Passvalley tidak memiliki jaringan.

Mereka berjalan kaki menuju ke SD Wambak dengan jarak sekitar 3 kilometer melewati beberapa kali dan bukit.

Selama perjalanan, mereka memikul 9 unit perangkat komputer All-in-one PC (AIO) , keyboard juga mouse.

“Suka duka yang kami rasakan, mereka harus memikul perangkat komputer dan dibawa dengan berjalan kaki, karena di SD Wambak belum ada perlengkapan komputer tapi di sana ada jaringan jadi kami bisa ikut di sana,” katanya.

Karena kegiatan dilaksanakan selama dua hari, mereka harus berjalan kaki pulang dan pergi dengan waktu hampir 2 jam perjalanan. Mereka berjalan kaki sekitar pukul 5.30 WIT untuk ikut UNBK yang dimulai pukul 07.30 WIT hingga 14.00 WIT karena dua hari kegiatan, keesokan harinya mereka harus kembali lagi ke SD Wambak di jam yang sama.

Selama kegiatan ANBK berlangsung, ada beberapa kendala yang dirasakan dimana jaringan BTS di SD Wambak juga terkadang kurang baik, sehingga kadang putus koneksi.

“Tapi puji Tuhan dengan menggunakan jaringan seadanya dan perlengkapan seadanya proses pelaksanaan ANBK ini bisa berjalan dari hari pertama sampai hari kedua bisa jalan dan selesai dengan baik,” kata Yusup.

Dengan segala keterbatasan yang dihadapi namun kata Yusup mereka tetap semangat berusaha agar tidak tertinggal dengan daerah lainnya.

Pihaknya tetap berusaha menyesuaikan agar pelaksanaan ANBK bisa berjalan dengan baik dan mereka pun bisa mengetahui sejauh mana mutu pendidikan yang di SMP YPR Passvalley.

“Meskipun keterbatasan, suka, duka yang kami hadapi, anak-anak juga tidak patah semangat mereka tetap semangat untuk melaksanakan ANBK ini meskipun jalan jauh lewat kali atau sungai naik gunung turun gunung pikul komputer mereka tetap semangat laksanakan ANBK sampai selesai. Dan ketika selesai mereka terlihat bahagia, karena sudah bisa ikuti dengan baik,” pungkasnya.

 

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.