PGI: ‘NKRI Harga Mati atau ‘Papua Merdeka’ Pembunuhan Tak Bisa Ditolerir

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
DIBAKAR | 2 unit rumah di Kampung Onggolan, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua diduga dibakar KKB, Selasa (13/4/2021). (Foto: Ist/Seputarpapua)
DIBAKAR | 2 unit rumah di Kampung Onggolan, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua diduga dibakar KKB, Selasa (13/4/2021). (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) berbelasungkawa yang mendalam atas gugurnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny dan sejumlah korban lain dalam baku tembak di Kabupaten Puncak, Papua.

PGI mengapresiasi upaya dan kerja keras Almarhum Kabinda Papua memberanikan diri memantau secara langsung situasi keamanan di wilayah berbahaya itu, ketika berujung kontak tembak di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Puncak.

“PGI mendoakan agar keluarga Almarhum memperoleh ketegaran dan dikuatkan Tuhan untuk menerima peristiwa tragis ini,” kata Humas PGI Philip Situmorang dalam siaran pers kepada Seputarpapua.com, Selasa (27/4/2021).

Secara keseluruhan, PGI menyampaikan dukacita atas berbagai peristiwa pembunuhan warga sipil yang terjadi di Intan Jaya dan Puncak Papua beberapa waktu lalu sebelum kejadian gugurnya Kabinda Papua.

Philip mengatakan, peristiwa yang sudah terjadi ini sangat tidak dikehendaki oleh siapapun yang ingin Papua tanah damai. Bukan sebaliknya, Papua menjadi tanah yang membara karena dendam, kebencian dan amarah, di mana nyawa manusia menjadi taruhan sia-sia.

“Rangkaian peristiwa pembunuhan yang terkesan ‘saling membalas’ ini sungguh merusak citra manusia yang diciptakan serupa dan segambar dengan Allah,” ucapnya.

Ia menegaskan, atas alasan apa pun baik ‘Papua Merdeka’ ataupun ‘NKRI Harga Mati’, serial pembunuhan ini tak bisa ditolerir dan harus segera dihentikan karena sungguh bertentangan dengan prinsip-prinsip keadaban dan kemanusiaan.

Oleh karena itu, PGI memandang perlu meminta Panglima TNI dan Kapolri segera mengusut kasus pembunuhan terhadap Kabinda Papua dalam rangka penegakan HAM, bukan karena pembalasan dendam.

“Panglima TNI dan Kapolri mengawasi upaya penegakan hukum dengan memastikan agar warga sipil tak bersalah di wilayah tersebut terlindungi dengan baik, juga tata kelola kebijakan keamanan di Papua yang sungguh-sungguh humanis dan mengedepankan pendekatan budaya,” kata Philip.

Editor: Mish
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
59 Tim Adu Kuat di Turnamen Bola Voli Kapolres Cup
59 Tim Adu Kuat di Turnamen Bola Voli Kapolres Cup
Wisata Alam Baru di Timika, Ayo dicek!!!!
Wisata Alam Baru di Timika, Ayo dicek!!!!
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Baca Juga