Sekelompok OTK Bersenjata Masuki Lokasi Pendulangan Wakia di Mimika Barat Tengah

Para pendulang dari Kampung Wakia beramai-ramai meninggalkan lokasi pendulangan tradisional lantaran diancam oleh kelompok bersenjata. (Foto: Tangkapan layar video amatir)
Para pendulang dari Kampung Wakia beramai-ramai meninggalkan lokasi pendulangan tradisional lantaran diancam oleh kelompok bersenjata. (Foto: Tangkapan layar video amatir)

TIMIKA | Sekelompok orang tidak dikenal (OTK) diduga merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) memasuki lokasi pendulangan emas tradisional di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Provinsi Tengah.

Kapolsek Mimika Barat, Ipda Jamiluddin yang dikonfirmasi mengatakan, benar bahwa pihaknya memperoleh informasi yang menyebutkan adanya sekelompok OTK meminta para pendulang tradisional meninggalkan lokasi pendulangan. Bahkan, kelompok itu sempat menahan tiga orang namun sudah dilepaskan.

“Tidak ada yang disandera sampai sekarang. Memang sempat ada yang ditahan sama kelompok OTK itu, tapi sudah dilepaskan,” kata Ipda Jamiluddin saat dikonfirmasi Sabtu (30/3/2024) malam.

Seluruh pendulang, kata dia, sudah berada di Kampung Kapiraya dan Wumuka dalam keadaan aman.

Menurut Ipda Jamiluddin, pihaknya belum bisa memastikan apakah sekelompok OTK itu bagian dari KKB Papua atau diduga hanya masyarakat Kampung Wokodani yang diketahui masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Deiyai.

Sekelompok OTK itu dikatakan sempat bertemu aparat kampung dan meminta untuk bertemu dengan kepala kampung.

“Diantara Kapiraya dan Wakia ada satu kampung di tengah di kilometer 9, namanya Kampung Mokodani. Di sana masyarakat gunung dan masuk wilayah adminitrasi (kabupaten) Deiyai,” jelasnya.

Saat ini, kata Ipda Jamiluddin, pihaknya akan memastikan lagi soal sekelompok OTK yang disebut ada membawa busur panah dan senjata api. Sebab, informasi yang didapatkan menurutnya masih simpang siur.

“Kami masih akan pastikan lagi. Karena ada yang bilang mereka hanya bawah panah. Ada yang bilang ada yang bawa senjata,” pungkasnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun media ini, adanya video amatir warga yang diduga merupakan pendulang di Wakia. Dalam video itu, warga atau pendulang tersebut menyampaikan bahwa mereka meninggalkan lokasi pendulangan Wakia lantara diberi peringatan keras oleh KKB atau Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Para penambang Wakia pulang, diberi peringatan keras dari pihak OPM atau KKB, di Mimika Barat Tengah khususnya Kampung Wakia,” kata warga tersebut dalam video amatir yang diperoleh media ini.

“Dapat ancaman tadi malam, harus pulang, kalau sayang nyawa. Akhirnya pagi-pagi semua diberikan waktu dua hari. Ini sudah separuh, separuh masih di atas,” lanjutnya.

Dalam video itu juga, warga yang mengambil dokumentasi video amatir tersebut menunjukkan gambar ke arah sekelompok orang yang menurutnya sedang menahan rekan mereka.

“Mudah-mudahan hal yang tidak diinginkan tidak terjadi,” ujarnya.

Sementara Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra yang dikonfirmasi lebih lanjut terkait kejadian, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawabannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Jack

    Seputarpapua.com media Propoganda dan Provokasi. Tanah Papua itu Tanah Tidak ada yang Kosong dan Tidak ada yang namanya OTK. NKRI bangsa Terkutuk datang cari makan dengan Rampok dan Bunuh Orang Asli Papua

    Balas
Sudah ditampilkan semua