Tudingan Penyelewengan Dana Otsus Rp1,8 Trilyun Ditanggapi Sekda Papua

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
RAHASIA NEGARA - Sekda Papua, Doren Wakerwa mengangkat dokumen presentasi Otsus yang disebutnya sebagai rahasia Negara. (tangkapan layar Youtube Pemerintah Provinsi Papua).
RAHASIA NEGARA – Sekda Papua, Doren Wakerwa mengangkat dokumen presentasi Otsus yang disebutnya sebagai rahasia Negara. (tangkapan layar Youtube Pemerintah Provinsi Papua).

TIMIKA | Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Doren Wakerkwa menanggapi tudingan terkait penyelewengan dana otsus senilai Rp1,8 trilyun.

Dalam konferensi pers di Jayapura yang juga disiarkan dalam Youtube Pemerintah Provinsi Papua, Senin (1/3/2021), dengan tegas Doren menuding bahwa pernyataan tersebut tidak mempunyai dasar.

“Kalau ada teman-teman bilang kecurangan terjadi 1,8 trilyun, dari mana? Dari siapa? Kalau hanya mendeskreditkan atau mematikan karakter Pemimpin Papua, tidak bisa begitu. Ini sampaikan, apa yang saya omong,” ujarnya.

Dikatakannya, jika pelaksanaan otsus selama ini dianggap merugikan Negara, publik diberi ruang untuk melakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang dimiliki Pemprov Papua kendati harus dilakukan secara diam-diam.

“Orang Papua di pemerintahan, sebagai penyelenggara Negara tidak akan lari,” ujar Doren

Meski tidak menyebutkan nama, Doren menyinggung pejabat Negara yang menuding Pemprov Papua melakukan penyelewengan dana Otsus.

“Siapa pun dia, penyelenggara Negara, tidak usah ekpose terlalu jauh, tidak usah bangun opini yang besar-besar, tetapi datang ke Papua ini. Kalau mau periksa dana otonomi khusus ini, data sudah lengkap,” tantang Doren.

Doren berharap data yang sudah lengkap tersebut juga dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Provinsi Papua sehingga tudingan seperti ini tidak terulang kembali.

“Dan masyarakat Papua tahu itu. Bahwa sampai hari ini masih pakai 80 persen untuk kabupaten/kota,” jelasnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga