Uskup Agung Merauke Ajak Umat Katolik Wujudkan Pemilu Berkualitas

Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi. (Foto: Hendrik Resi/Seputarpapua)
Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi. (Foto: Hendrik Resi/Seputarpapua)

MERAUKE | Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi mengajak umat Katolik mewujudkan pemilihan umum (Pemilu) yang berkualitas, jujur dan adil, damai, transparan dan bermartabat sebagai wahana yang melahirkan pemimpin bangsa dan wakil rakyat bermartabat.

Ajakan Uskup Mandagi disampaikan dalam Surat Gembalanya yang dibacakan pada perayaan misa di Gereja Kathedral Merauke pada Minggu, 11 Februari 2024. Surat Gembala Uskup Agung Merauke ini merupakan seruan moral uskup selaku gembala memasuki pra Paskah 2024.

Masa pra paskah dalam tradisi Gereja Katolik sejagat adalah masa dimana umat bermati-raga, mengenangkan kisah sengsara Yesus Kristus sebagai Guru Agung. Masa pra paskah ini diawali dengan perayaan Rabu Abu yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2024 bertepatan dengan pesta demokrasi Pemilu 2024.

Dalam Surat Gembala yang bertema ‘Menjadi Saksi Kristus’, Uskup Mandagi mengajak umat katolik untuk meneladani ajaran suci Yesus Kristus Sang Raja dan Guru Agung yang rela mati di kayu salib demi menebus dosa umat manusia.

Melalui Surat Gembala ini, Uskup menyerukan pesan moralnya kepada umat memasuki tahun politik, dimana umat katolik yang juga rakyat Indonesia memilih pemimpin negara dan wakil rakyat melalui pemilu. Umat diajak untuk melaksanakan hak konstitusinya dengan menggunakan hak pilih di masing-masing TPS.

“Sejak hari Rabu Abu 14 Februari 2024, kita Gereja Katolik memasuki masa penuh rahmat, yakni masa puasa atau masa pra paskah. Dalam masa ini kita diajak secara istimewa menyadari dosa-dosa kita karena percaya kepada Allah yang berbelas kasih. Kita harus bertobat dan kembali kepada Allah dengan menjadi Saksi Kristus,” ajak Uskup Mandagi dalam surat gembalanya.

“Melalui tahun politik 2024 ini, kita senantiasa percaya bahwa Allah berkarya menyelamatkan bangsa Indonesia. Allah senantiasa campur tangan memimpin bangsa Indonesia menuju bangsa yang damai baik lahir maupun batin. Sebagai umat katolik, kita harus memilih dan tidak boleh golput,” sambungnya.

Menjadi Saksi Kristus dalam tahun politik, kata Uskup, telah dikemukakan secara jelas oleh para uskup dalam sidang Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2023 lalu. Para uskup mendorong umat katolik terlibat aktif untuk melahirkan pemimpin negara yang baru melalui pemilu.

“Ada 8 kriteria pemimpin bangsa yang harus dipilih, yakni yang memegang teguh Pancasila dan UUD 1945, menghormati kebhinnekaan, memiliki integritas, berpihak kepada kaum miskin (kaum kecil, tersingkirkan dan difabel), memiliki rekam jejak terpuji, menjunjung tinggi martabat manusia, mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi atau golongan dan menjaga keutuhan alam ciptaan,” kata Uskup Mandagi dalam surat gembalanya.

penulis : Hendrik Resi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *