Wisma dan Stadion Mandala di Palang, Liga 2 Terancam Batal Digelar

Masyarakat adat memasang pemberitahuan pemalangan di salah satu pintu pagar Stadion Mandala Jayapura. (Foto: Vidi/ Seputarpapua)
Masyarakat adat memasang pemberitahuan pemalangan di salah satu pintu pagar Stadion Mandala Jayapura. (Foto: Vidi/ Seputarpapua)

JAYAPURA | Masyarakat adat Kampung Kayu Batu, Kota Jayapura, Papua, melakukan aksi pemalangan Wisma dan Stadion Mandala, Kamis (14/9/2023).

Aksi pemalangan ini akan berlangsung hingga ada jawaban dari pemerintah untuk membayar hak ulayat masyarakat adat yang dijanjikan sejak Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2021 lalu.

Juru Bicara Keondoafian Kampung Kayu Batu, Alex Puy mengatakan, aksi ini alternatif terakhir yang dilakukan masyarakat adat lantaran pemerintah tidak menggubris tuntutan mereka sebagai pemilik hak ulayat tanah adat kawasan Stadion Mandala Jayapura.

“Pemerintahan adat sudah beberapa kali menyurat, tetapi pemerintah tidak tanggapi, makanya kita palang Wisma dan Stadion Mandala,” ujarnya kepada awak media.

Alex akui pemalangan sudah dilakukan tiga kali sejak tahun 2018 lalu, namun pemerintah hanya sebatas bicara saja, tidak ada tindaklanjut ganti rugi tanah adat.

“Intinya kami masyarakat tuntut ganti rugi, kami tidak ingin ada pertemuan lagi di dalam ruangan, tapi harus ada jawaban resmi dari pemerintah untuk bayar tanah adat yang telah dibangun fasilitas pemerintah,” paparnya.

Alex menambahkan, jika pemerintah tidak menjawab tuntutan masyarakat adat, maka aksi pemalangan ini akan terus berlangsung dan tidak ada pertandingan Liga 2 di Stadion Mandala.

“Dulu PON dan Peparnas kita izinkan karena pemerintah janji akan ganti rugi, tapi hanya janji. Makanya hari ini kita palang sampai pemerintah tepati janjinya,” pungkasnya.

penulis : Vidi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *