Akankah Penambang Ilegal di Korowai Dihukum dan Dipaksa Membayar Denda?

Akankah Penambang Ilegal di Korowai Dihukum dan Dipaksa Membayar Denda?

TIMIKA | Penambangan emas ilegal di wilayah Korowai secara resmi telah ditutup oleh Pejabat Gubernur Papua, Mayor Jenderal TNI (Purn) Soedarmo. Berikut beberapa helicopter yang memobilisasi penambang illegal ke wilayah terpencil Papua itu telah disita. 

Penutupan tambang tak terlepas dari desakan Pendeta Trevor Johnson, misionaris asal Amerika yang telah belasan tahun terakhir melayani orang Korowai, suku terasing Papua yang berada di antara lima kabupaten: Boven Digoel, Asmat, Mappi, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang.

“Kerja yang sangat baik. Bahkan lebih baiknya lagi, beberapa helikopter telah disita. Saya sangat bersyukur untuk semua yang membantu hingga ini tercapai,” demikian Pdt. Trevor Johnson ketika dikonfirmasi Seputarpapua pasca tambang itu ditutup. 

Meski begitu, Pdt. Trevor Johnson memiliki permintan dan pemikiran lanjutan atas kekhawatiran pasca penambangan ilegal itu ditutup.

  1. Apakah akan ada tindak lanjut untuk memastikan para penambang benar-benar pergi? Pernyataan tersebut harus memiliki “taring” dan harus benar-benar ditegakkan.
  2. Apakah para penambang ini akan dituntut?
  3. Apakah ada yang menyelidiki mengenai keterlibatan oknum tentara? Banyak saksi yang menyatakan keterlibatan tentara di lokasi penambangan liar tersebut.
  4. Bagaimana mencegah supaya para penambang liar tidak sekedar bersembunyi lalu diam-diam kembali lagi beraktifitas?
  5. Akankah bos-bos penambang mendapatkan hukuman dan dipaksa untuk membayar denda?
  6. Dapatkah uang denda dari bos-bos tersebut digunakan untuk membangun sekolah-sekolahdan klinik kesehatan di wilayah Korowai? Ini adalah balasan yang setimpal.

Kekhawatiran:

  1. Saya kuatir pernyataan penutupan tambang emas liar tidak “bertaring” jika tidak ada polisi yang ditempatkan untuk berpatroli di lokasi tersebut.
  2. Saya kuatir orang-orang itu akan diam-diam kembali lagi setelah satu atau dua bulan dan kita akan menghadapi permasalahan yang persis sama tahun depan.
  3. Saya lebih kuatir lagi dengan sekelompok orang yang berpura-pura sebagai “kelompok kemanusiaan” atau “kelompok gereja” yang pura-pura menjadi sahabat suku Korowai hanya untuk menambang emas.

Permintaan:

  1. Ada orang-orang yang marah kepada saya karena peran saya dalam memprotes pertambangan ini. Sejak tambang ditutup saya menerima surat-surat berisi ujaran kebencian dan artikel-artikel yang keji telah ditulis tentang saya. Mereka berkata saya mata-mata, agen rahasia, dan provokator.
  2. Bagaimana saya bisa memastikan bahwa KITAS (Kartu Ijin Tinggal Terbatas) tidak dipengaruhi dengan kontroversi ini? Saya mengambil resiko kemungkinan dideportasi agar penambangan liar ini ditutup. Beberapa orang tidak akan menghargai ketika seorang asing ikut campur dalam urusan orang Indonesia. Saya hanya melakukan ini semua untuk membantu orang-orang Korowai.
  3. Apakah sekarang sudah memungkinkan untuk membangun wilayah Korowai dengan cara yang menguntungkan masyarakat lokal Korowai? Berjuta-juta telah dirampas dari Korowai, tapi apa yang sudah dibangun di Korowai? Mayoritas kampung-kampung tidak punya sekolah, guru dan petugas kesehatan. Masyarakat Korowai perlu mendapat kompensasi dari tindakan buas yang baru-baru ini mereka alami. Mungkin uang denda yang harus diterima dari bos-bos emas itu bisa digunakan untuk merekrut guru-guru! Bukankah itu hal yang indah?
  4. Saya ingin tahu jalur komunikasi yang harus saya ambil sehingga orang-orang di pedalaman bisa melaporkan tindakan-tindakan ilegal langsung ke pemerintah. Kepada siapa kami harus melapor? Saya telah berbulan-bulan melaporkan aktifitas penambangan emas ilegal tanpa ada tanggapan sampai saya merasa saya harus membongkar isu ini di media.

    Lebih baik saya punya nomor kontak Whatsapp dan email dari seseorang di pemerintahan yang bisa menerima laporan tentang aktivitas ilegal dan langsung ambil tindakan. Apakah ada hotline atau situs web yang tersedia sehingga kami bisa melaporkan penambangan dan penebangan liar? Kalau belum ada, harus dibuat supaya ada.

Dua permintaan Besar:

  1. Saya ingin menemukan ahli-ahli yang tahu bagaimana cara menambang dengan cara tradisional yang tidak perlu menggunakan zat kimia Merkuri yang merusak lingkungan. Saya bahkan akan membayar para ahli tersebut untuk datang dan mengajar orang-orang Korowai bagaimana menambang emas dengan cara yang tidak merusak lingkungan dan kesehatan orang Korowai. Emas Papua harus dikelola oleh orang Papua.
  2. Saya memohon ada orang yang memulai proses untuk menjadikan Korowai sebagai wilayah konservasi, sebagai Taman Nasional. Dengan begitu wilayah ini akan dilindungi. Orang-orang Korowai adalah masyarakat yang unik dan penuh dengan potensi wisata. Banyak brosur wisata Papua memiliki foto rumah pohon orang Korowai di sampulnya. Sungguh memalukan kalau kawasan Korowai dirusak. Jadikanlah wilayah Korowai sebagai Taman Nasional!
     

Penulis: Pendeta Trevor Johnson
Editor: Sevianto Pakiding

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar