Aparat Gabungan Ringkus Pelaku Penikaman Warga Toraja di Wamena

Kamis, 17 Okt 2019 14:12 WIT
INTEROGASI - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menginterogasi pelaku. (Dok. Humas Polda Papua)

TIMIKA | Aparat gabungan TNI/Polri berhasil meringkus NW (35) pelaku penikaman warga asal Toraja Deri Datu Padang di Wamena, Papua, pada Sabtu (12/10) lalu. 

NW ditangkap di Jalan Trans Kimbim - Wamena tepatnya di Kampung Piramid, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (17/10) sekitar pukul 02.30 WIT dini hari. 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, pelaku ditangkap tim gabungan setelah mendapat informasi dari warga terkait keberadaan pria berambut gimbal itu. 

"Pukul  00.20 WIT tim berkoordinasi untuk melakukan penangkapan sesuai arahan dari Direktur Reskrimum Polda Papua Kombes Pol Tony Harsono," kata Kombes Kamal, Kamis. 

Selanjutnya tim bergerak menuju ke tempat  dimaksud. Pukul 01.30 WIT, tim masuk ke rumah pertama dan mencari keberadaan pelaku namun pelaku tidak ditemukan.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw Rilis Barang Bukti pelaku. (Dok. Humas Polda Papua)

Berselang satu jam kemudian, yaitu pada pukul 02.30 WIT tim menggeledah tempat kedua pada sebuah rumah Honai dan menemukan pelaku sedang tertidur.

"Saat hendak melakukan penangkapan, pelaku berusaha melarikan diri melalui atap honai. Personil melakukan tindakan tegas melumpuhkan pelaku dengan tembakan di kaki," ungkap Kamal. 

Setelah ditangkap dengan luka tembak di kaki, pelaku selaniutnya dibawa ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis.

Kombes Kamal mengatakan, saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik Polres Jayawijaya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

Sebelumnya, pelaku NW diduga menikam Deri Datu Padang hingga tewas dan melukai rekannya Bunga Simon, di dekat jembatan Woma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (12/10).

Awalnya, korban bersama lima rekan lainnya berboncengan menggunakan empat unit sepeda motor, saat kembali dari tempat kerja di Paroki Woma menuju Kota Wamena.

Ketika sampai di depan jembatan Woma, korban yang tepat berada pada iring-iringan paling depan, tiba-tiba ditikam oleh pelaku yang berjumlah dua orang.

Setelah ditikam, korban yang mengendarai motor terjatuh kemudian berusaha bangkit kembali mengendarai motor dengan kondisi pisau masih tertanam di perut. 

Korban melapor di Pos Brimob dekat Pasar Woma kemudian dilarikan ke RSUD Wamena. Sesampainya di rumah sakit, kondisi korban semakin kritis karena mengalami pendarahan hebat. 

Korban sempat menjalani penanganan medis namun nyawanya tak dapat diselamatkan. Pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia pada pukul 16.50 WIT. 


Reporter: Sevianto
Editor: Batt

Kategori:
Bagikan
Berita terkait

Utama

Hukrim