BPKP akan Audit Kerugian Negara Kasus BST 7 Kampung di Mimika Barat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kepala Satuan Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar. (Foto: Saldi Hermanto/Seputarpapua)
Kepala Satuan Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar. (Foto: Saldi Hermanto/Seputarpapua)

TIMIKA | Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Papua akan melakukan audit investigasi kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial tunai (BST) pada tujuh kampung di Distrik Mimika Barat, Mimika, Papua.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar mengatakan, pada Senin, 29 November 2021, pihaknya akan melakukan ekspos kasus tersebut bersama Perwakilan BPKP Provinsi Papua

Ekspos tersebut bertujuan untuk BPKP selanjutnya melakukan audit investigasi terkait dugaan penyalahgunaan dana BST, yang hasilnya nanti akan menyimpulkan besaran kerugian negara yang ditimbulkan.

“Setelah audit investigasi dilaksanakan, akan dilakukan penghitungan oleh tim BPKP, nanti baru keluar namanya kerugian negara. Karena ini kita sudah berbicara penyidikan, berarti nanti yang keluar itu KN, kerugian negara, bukan lagi hasil investigasi,” jelas Iptu Bertu Haridyka yang ditemui usai melakukan olah TKP di area Timika Indah, Kamis (25/11/2021).

Tim BPKP saat melakukan audit investigasi nanti, juga akan turun langsung ke wilayah Mimika Barat didampingi penyidik dari Unit Tipikor Satreskrim Polres Mimika.

“Jadi langsung menanyakan ke orang-orangnya, baik penerima, penyalur, sasaran penerima, semua nanti ditanya,” ujarnya.

Selanjutnya usai proses audit investigasi dan menyimpulkan besaran kerugian negara, penyidik Satreskrim akan kembali melakukan gelar perkara untuk menaikkan status oknum terlibat menjadi tersangka.

Pihak penyidik sebelumnya menyampaikan dari hasil interogasi awal sudah terlihat adanya unsur penyalahgunaan dana BST tujuh kampung di Mimika Barat. Apalagi pengakuan dari oknum kepala distrik saat diinterogasi, ia mengaku melakukan pemotongan dana BST.

Di mana, indikasi potensi kerugian Negara yang terlihat berkisar kurang lebih Rp500 juta. Sebab dari pengakuan oknum kepala distrik bahwa Rp140 juta telah digunakan untuk membeli bahan makanan, biaya transportasi, membeli bahan bakar minyak (BBM) dan lain-lain.

Sisanya diduga digunakan untuk belanja pribadi oleh oknum kepala distrik yang masih ditelusuri penggunaanya.

Reporter: Saldi
Editor: Batt
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
530 Personil TNI Polri Berkeliling Kota Timika di Malam 1 Desember
530 Personil TNI Polri Berkeliling Kota Timika di Malam 1 Desember
TNI Polri Gelar Apel Siaga Nataru, Wakapolres Mimika: Masyarakat Harus Terus Aman
TNI Polri Gelar Apel Siaga Nataru, Wakapolres Mimika: Masyarakat Harus Terus Aman
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Baca Juga