Dinkes Mimika Sosialisasi Vaksinasi Anak ke Kepala Sekolah Dasar

SOSIALISASI | Suasana sosialisasi program imunisasi Covid 19 kepada para guru-guru SD. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
SOSIALISASI | Suasana sosialisasi program imunisasi Covid 19 kepada para guru-guru SD. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua melaksanakan sosialisasi Imunisasi Covid-19 usia 6-11 tahun dan 12-17 tahun.

Sosialisasi ini diikuti oleh sejumlah Kepala Sekolah Dasar (SD) di Mimika, Rabu (2/2/2022) di Hotel Horison Diana Timika. 

Vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun ini rencananya serentak akan dimulai pada 7 Februari mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra menjelaskan, pihaknya melakukan sosialisasi ini agar semua bisa sama-sama mensukseskan vaksinasi.

“Tujuan vaksinasi ini terciptannya kekebalan kelompok bagi setiap kelompok umur termasuk anak-anak, pelaksanaan vaksinasi juga sebuah wujud pemenuhan hak kesehatan bagi anak,” ujarnya saat ditemui wartawan disela kegiatan.

Dijelaskan, pada tanggal 7 Februari 2022 pihaknya akan mulai melaksanakan vaksinasi di sekolah yang berada pada wilayah atau zonasi resiko tinggi seperti Distrik Mimika Baru.

“Teknisnya, nanti vaksinasi dilaksanakan di sekolah langsung. Selain itu vaksinasi juga dilaksanakan di sekolah yang  jumlah siswanya banyak, kami juga mulai di sekolah yang gurunya sudah 100 persen divaksin, sehingga cakupan vaksinasi dan masalah yang misal terjadi, bisa dikendalikan dengan baik,” jelasnya.

Dalam sosialisai yang digelar kepada Dinas Pendidikan dan kepala sekolah, diharapkan bisa bersama-sama memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun tersebut.

“Dukungan penuh diberikan tetapi dengan catatan kami juga akan bertemu dengan komite sekolah atau orang tua untuk memberikan sosialisasi vaksinasi terhadap anak tersebut,” ujarnya.

Menurut rencana proses vaksinasi akan dilakukan selama dua hari, dengan tahapan hari pertama dilakukan screening, hari kedua pelaksanaan vaksinasi.

“Teknis vaksinasinya akan kami bagi menjadi bebeberapa tahapan mungkin hari pertama screening yang nanti diisi oleh orang tua, setelah itu diseleksi oleh tenaga kesehatan mana yang bisa divaksin atau tidak, kemudian empat hari itu libur, sehingga kami bisa lakukan pemantauan
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” terangnya.

Reynold menyampaikan soal libur sekolah usai pelaksaan vaksinasi, pihaknya akan memohon kepada pemerintah daerah untuk menetapkannya menjadi sebuah kebijakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *