Diskominfo Nabire Berikan Pelatihan Sistem Informasi Orang Papua

Dinas Kominfo Kabupaten Nabire menggelar pelatihan SIO Papua
Dinas Kominfo Kabupaten Nabire menggelar pelatihan SIO Papua di Nabire, Papua Tengah, Selasa (3/10/2023). (Foto: Christian Degei/Seputarpapua)

NABIRE | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar pelatihan Sistem Informasi Orang (SIO) Papua yang akan berlangsung 3 hari mulai Selasa (3/10/2023) sampai Kamis 5 Oktober 2023 di Hotel JDF Nabire.

Pelatihan SIO Papua diikuti oleh 65 peserta yang terdiri dari kader distrik, kader kampung dan kader kelurahan yang dibuka secara langsung oleh Bupati Nabire Mesak Magai.

59 peserta itu terdiri dari 4 distrik, yakni Distrik Dipa, Menou, Siriwo, dan Uwapa. Sedangkan 6 kader lainnya berasal dari Distrik Nabire yaitu dari Kelurahan Karang Tumaritis 2 orang, Kelurahan Karang Mulia 2 orang, dan Kampung Kaliharapan 2 orang.

Ketua Panitia Pelatihan SIO Papua Y. D. Manuaron mengatakan bahwa pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman para kader dan kepala kampung tentang pendataan keluarga kontekstual Papua dan tata kelolanya di tingkat kampung, serta dalam rangka meningkatkan penggunaan aplikasi SIO Papua.

“Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman kader kampung tentang pendataan kontekstual orang Papua agar dapat menyatukan Nabire dalam satu data yang valid agar implementasi Otsus itu tepat sasaran pada masyarakat Papua sendiri sesuai data yang ada,” katanya.

Sementara Kepala Diskominfo Nabire Yermias Degei, S. Pd mengatakan, kegiatan ini juga merupakan bentuk kegiatan pengumpulan data kependudukan perorangan dan keluarga ditingkat kampung/kelurahan. Yangmana itu dilakukan oleh kader kampung dengan fitur data yang dapat memilah orang asli Papua (OAP) dan non OAP.

Sebab, berdasarkan Undang-undang Nomor 2 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua, mengamanatkan bahwa pengelolaan anggaran otsus wajib memperhatikan jumlah OAP di masing-masing wilayah.

“Data yang valid mengenai jumlah penduduk OAP disuatu wilayah merupakan kebutuhan bagi pemerintah sebagai dasar perencanaan pembangunan dan penyelenggaraan administrasi dalam pengelolaan dana Otsus,” jelas Yermias Degei.

Selain itu pelatihan SIO Papua dapat meningkatkan kualitas pengelolaan data dan informasi dasar kampung, kelurahan maupun distrik untuk mendukung administrasi pemerintahan, pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan dasar serta kegiatan ekonomi.

“Data yang dikumpulkan melalui SIO Papua dapat dimanfaatkan untuk identifikasi kelompok miskin dan rentan, registrasi penduduk yang belum memiliki dokumen identitas hukum, verifikasi dan penentuan calon penerima BLT DD dan pemberian dana bantuan dan layanan dasar lainnya,” jelasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *