“Kami Bayar Berapa Biar Bapak Tetap di Sini Mengajar Kami?”

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
EDUKASI PROKES - Briptu Nixon, anggota Satgas Binmas Noken Polri memberikan hand sanitizer kepada seorang siswa sebelum aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Kwamki Narama, Sabtu 20 Februari 2021. SEVIANTO PAKIDING / SEPUTARPAPUA
EDUKASI PROKES | Briptu Nixon, anggota Satgas Binmas Noken Polri memberikan hand sanitizer kepada seorang siswa sebelum aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Kwamki Narama, Sabtu 20 Februari 2021. (FOTO: SEVIANTO PAKIDING / SEPUTARPAPUA)

Melayani Sepenuh Hati, Hadirnya Dirindukan

BELASAN murid berlari menghampiri seorang pria berseragam cokelat, memakai kupluk kartun ikan, berdiri di tengah lapangan SD Inpres Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (20/2/2021).

Pagi yang cerah itu para murid tampak sangat bergembira. Mereka seakan melepas rindu setelah beberapa waktu berlalu tanpa bertatap muka akibat pandemi Covid-19.

“Anak-anak jaga jarak ya, tidak boleh berkerumun begitu. Perbaiki maskermu, pasang yang benar,” kata Aiptu Lalu Hiskam.

Aiptu Lalu Hiskam kemudian menuntun para murid untuk berbaris. “Mana semangatnya? – ini semangatku,” jawab para murid antusias dengan mengepal tangan ke atas.

Sebelum memasuki ruang kelas, Aiptu Lalu memperagakan protokol kesehatan Covid-19, mulai dari cara memakai masker yang benar hingga mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir maupun hand sanitizer.

Anak-anak semakin bersemangat begitu Briptu Nixon yang menemani Aiptu Lalu, mulai memainkan gitarnya. Ya, bergemberia dan bermain sambil belajar. Begitu lah metode belajar yang mereka pakai.

Aktivitas belajar kali ini sangat dibatasi guna mencegah penularan Covid-19. Belajar di kelas hanya berlangsung satu jam lebih. Setelah itu, belajar dilanjutkan di luar ruangan dengan suasana lebih santai.

Kehadiran Polisi di sekolah dan menjadi guru dadakan merupakan program “Polisi Pi Ajar” yang digagas Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. Program ini kemudian diimplementasi oleh Satgas Binmas Noken Polri.

Aiptu Lalu sendiri bertugas di Satuan Binmas Polres Mimika. Sebagian besar karir dan pengabdiannya di kepolisian fokus pada kegiatan sosial, pembinaan komunitas, hingga pemolisian masyarakat.

“Pertama kali saya mengaplikasikan program itu dengan ‘Police Goes To School’. Pertama yang saya berikan adalah motivasi. Misalnya mengenalkan orang-orang Papua yang sukses, cerdas. Bagaimana bisa jadi seperti mereka,” kata Lalu.

Di Mimika, Aiptu Lalu bersama Satgas Binmas Noken melibatkan para relawan dalam menjalankan tugas mulia ini. Mereka antaralain punya kelompok belajar di Kwamki Narama, SP 12, Mandiri Jaya, Mapurujaya dan pesisir Mimika.

“Kalau wilayah pesisir itu ada beberapa tempat secara bergantian, seperti di Atuka, Timika Pantai, Kokonao, Fakafuku dan lainnya,” katanya.

Albertus Dasem, salah satu guru di SD Inpres Kwamki Narama merasa sangat terbantu dengan kehadiran program “Polisi Pi Ajar” di sekolahnya. Apalagi, di masa pandemi ini polisi hadir memberi motivasi bagi anak didik.

“Kami belum melaksanakan proses belajar tatap muka. Kami juga terbatas dengan fasilitas untuk belajar online. Karena itu, kehadiran polisi sangat membantu. Sangat kami harapkan ini terus berlanjut,” katanya.

Albertus juga tertarik dengan metode belajar yang dibawakan Aiptu Lalu bersama timnya. Dengan kreativitas memainkan musik, bernyanyi, dan bermain sambil belajar ternyata cukup memotivasi anak-anak.

“Ini bagus sekali, lebih akrab. Anak-anak senang sekali. Saya rasa cara begini yang kami perlu terapkan juga,” ujarnya.

Senada disampaikan Aleksander, salah satu orang tua peserta didik di Taman Belajar Binmas Noken Kwamki Narama. Ia mengaku tak lagi sibuk memaksa anaknya untuk belajar semenjak sang anak ikut di Taman Belajar.

“Anak-anak sekarang pergi sendiri (ke sekolah). Kami sampaikan terima kasih ke bapak-bapak polisi,” tuturnya.

 

EDUKASI PROKES  | Aiptu Lalu Hiskam memperagakan protokol kesehatan kepada para murid di SD Inpres Kwamki Narama, Sabtu (20/2/2021). (FOTO:SEVIANTO PAKIDING / SEPUTARPAPUA)

 

Produktif di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 yang membatasi segala aktivitas termasuk meniadakan tatap muka di sekolah, bukan berarti membuat Aiptu Lalu dan timnya berpasrah.

Selalu ada jalan. Aiptu Lalu mengakali bagaimana tetap terhubung dengan anak-anak. Ia kemudian memanfaatkan sarana buku belajar yang dibagikan kepada para murid yang juga belum banyak mengenal teknologi internet.

Selain itu, Aiptu Lalu tetap sesekali menyambangi anak-anak, namun bukan untuk aktivitas belajar. Melainkan membawa makanan ringan dan makanan sehat, sekaligus sebagai sarana kontak dengan anak-anak.

“Di masa pandemi ini memang kelompok-kelompok tertentu saja yang kita sambangi tentu saja dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” kata Lalu.

“Tentu saja kami melakukan edukasi pencegahan Covid-19. Di antara anak-anak ini kan memang banyak yang tidak memakai masker. Termasuk mungkin orang tua mereka,” sambungnya.

Mau Dibayar Berapa, Pak?

Aiptu Lalu punya pengalaman menyentuh batin ketika melayani anak-anak di Kwamki Narama beberapa waktu lalu. Bukan karena sedih, tetapi dia benar-benar terharu.

Di Kwamki Narama ada Taman Belajar yang dibentuk Binmas Noken. Di sana, hampir seluruh anak-anak usia sekolah adalah putra-putri asli Papua. Di antara mereka ada yang sama sekali belum pernah duduk di bangku sekolah.

“Yang datang ke taman belajar ada yang sama sekali tidak sekolah. Ada yang sudah betah, lalu bilang: “kami bayar berapa biar bapak tetap di sini ajar kami”. Aiptu Lalu sempat terdiam, menghela napas panjang dan mengatakan: “ini gratis nak”.

Beberapa tahun silam, Kwamki Narama menjadi kawasan konflik berkepanjangan. Layanan pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi sempat lumpuh di wilayah itu. Kini mereka mulai bangkit kembali.

Taman Belajar Binmas Noken di Kwamki Narama tetap akan menjadi tempat menyenangkan bagi anak-anak.

“Saya bilang ke tim, berapapun yang datang itu lah yang kita ajar. Kita tidak mematok berapa jumlah siswanya. Itu berlanjut, kami buat dua kali seminggu Senin dan Rabu. Cukup banyak yang hadir,” kata Lalu.

Ingin Jadi KKB

Kehadiran “Polisi Pi Ajar” tidak hanya membawa wawasan nusantara, motivasi dan materi pembelajaran lainnya. Tetapi juga, bagaimana mereka merubah image bahwa polisi adalah sahabat.

Pada 2019, Aiptu Lalu bersama timnya bertolak ke Mulia, Puncak Jaya. Mereka hampir tiga minggu mengajar di sana.

“Di tempat kami menginap itu ternyata sudah ditunggu oleh anak-anak. Mereka tanya, “pak polisi kita belajar apa sekarang”.

Menarikya, di sana ada anak usia sekitar 10 tahun yang diketahui adalah putra seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Namun, cukup mengagetkan ketika ditanya: apa cita-citamu? Anak itu dengan tegas menjawab: “Saya ingin jadi KKB”.

“Kemudian, kami tanya lagi: kenapa cita-citamu jadi KKB, katanya karena banyak uangnya, bisa bawa senjata,” kata Lalu mengisahkan.

Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Aiptu Lalu dan tim, bagaimana memberi pemahaman dan pengetahuan yang lebih luas agar anak tersebut bisa berpikir lebih baik.

“Jadi, keterbatasan di sana membuat mereka sulit untuk memahami dunia luas. Mereka terjebak sejak kecil dengan pemahaman yang sangat terkekang,” kata Lalu.

“Jangan yang jauh-jauh, bagaimana nonton di bioskop, rasa air garam, itu bahkan mereka tidak tahu. Ada yang bilang air itu manis, pahit. Ini lah tantangan yang harus dihadapi,” sambungnya.

Perlahan-lahan, melalui pendekatan humanis, akhirnya anak tersebut dapat dirangkul dan mulai lebih terbuka. “Kami kasih buku, gambar, bagaimana dia bisa melihat Indonesia ini luas, dunia ini luas”.

Pada Desember 2019, Polisi Santa dari Binmas Noken datang ke Mulia. Salah satu yang wajib ikut dalam kegiatan mereka adalah anak yang bercita-cita jadi KKB. Anak itu akhirnya ikut dan bersosialisasi dengan semua orang.

“Dengan harapan supaya dia bisa mengenal banyak hal yang sama sekali belum diketahui, sekaligus membuat dia terjebak dalam pemahaman yang sesat,” pungkas Aiptu Lalu Hiskam Anady.

Reporter: Sevianto Pakiding
Editor: Aditra
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Klemen Tinal dalam Kenangan
Klemen Tinal dalam Kenangan
Menuju PON XX Papua 2021 | GOR Panjat Tebing Mimika Dinilai Layak Untuk Atlet Internasional
Menuju PON XX Papua 2021 | GOR Panjat Tebing Mimika Dinilai Layak Untuk Atlet Internasional
Baca Juga