Palang Dibuka Keluarga Korban Penembakan, Akses Jalan di Distrik Libarek Kembali Normal

Tampak jalan trans Wamena-Kurulu yang sempat dipalang keluarga korban penembakan di Distrik Libarek, Jayawijaya. (Foto: Ist)
Tampak jalan trans Wamena-Kurulu yang sempat dipalang keluarga korban penembakan di Distrik Libarek, Jayawijaya. (Foto: Ist)

JAYAPURA | Keluarga Stevanus Wilil, korban yang tewas akibat penembakan yang diduga dilakukan oknum anggota Polri di Distrik Libarek, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, akhirnya membuka palang jalan trans Wamena-Kurulu, Rabu (12/4/2023).

Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo membenarkan ihwal pembukaan palang tersebut. Heri mengaku palang dibuka setelah dirinya memerintahkan jajaran Sat Intelkam intens berkoordinasi dengan Kepala Distrik Libarek, agar berkomunikasi dengan pihak keluarga korban sehingga akses jalan dapat kembali normal.

“Hari ini (Rabu, 12/2/2023) berdasarkan penyampaian dari Kepala Distrik Libarek Bapak Hendrik Kossay bahwa keluarga korban sudah membuka palang jalan di Kampung Mulima, Distrik Libarek sehingga jalan menghubungkan beberapa kabupaten tetangga sudah bisa dilalui,” ungkap Heri, Rabu malam.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, lanjut Heri, pihak keluarga korban meminta pembahasan ini dilakukan pada Kamis (13/4/2023) hari ini.

“Saya akan berkoordinasi dengan Kapolres Tolikara terkait permintaan keluarga,” sebut Heri.

Pasca aksi pemalangan jalan, situasi di jalan trans Wamena-Kurulu masih aman dan kondusif.

“Kami juga sudah meminta Kepala Distrik untuk dapat menyampaikan kepada masyarakat serta keluarga korban agar dapat menjaga keamanan sehingga tidak terjadi permasalahan baru yang dapat merugikan masyarakat umum,” terang Heri.

Heri juga membeberkan bahwa hari ini pihak keluarga korba melakukan prosesi pemakaman, dan akan tutup duka pada keesokan harinya.

Sebagaimana diketahui Stevanus Wilil dikabarkan tertembak di Kampung Mulima, Jalan Trans Wamena-Kurulu, Distrik Libarek, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (10/4/2023).

“Benar, kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIT. AnggotaPolsek Kurulu mendapat laporan melalui HT bahwa telah terjadi penembakan di sekitar Distrik Libarek dan korbannya meninggal dunia,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ignatius Benny Ady Prabowo.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lapangan, sebut Benny, korban ditembak oleh salah satu pengendara atau penumpang mobil strada berwarna merah dengan tujuan ke Kabupaten Tolikara.

Bahkan, saksi lainnya mengklaim pelaki penembakan itu diduga adalah oknum anggota Polri yang bertugas di Polres Tolikara.

“Saat ini kasusnya masih didalami untuk mengetahui siapa pelaku penembakan tersebut,” aku Benny.

Buntut dari penembakan itu, keluarga korban pun melakukan pemalangan jalan dan menuntut denda sebesar Rp 10 miliar.

 

penulis : Alley

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *