Pola Asrama Solusi Atasi Pendidikan OAP?

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika saat ditemui di Hotel Rimba Papua, Jum'at, 23 Juni 2023. (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika saat ditemui di Hotel Rimba Papua, Jum'at, 23 Juni 2023. (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)

TIMIKA | Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Willem Naa, mengatakan akan menerapkan pola asrama bagi para pelajar khususnya Orang Asli Papua (OAP) di wilayah timur dan barat Kabupaten Mimika.

Hal ini dipengaruhi adanya kebiasaan warga pesisir maupun pegunungan Mimika yang membawa anak-anak mereka pergi berkebun atau ke pantai untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga, sehingga hal itu dapat menghambat proses pembelajaran anak-anak mereka sendiri.

Diungkapkan, terdapat beberapa anak Papua di pesisir maupun pegunungan Mimika yang kesulitan membaca maupun menulis, baik di tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah.

Advertisements

“Masukan dan saran dari pemerhati pendidikan bahwa pengalaman-pengalaman dari beberapa tokoh bahwa mereka mengajar di perguruan tinggi Mimika, ternyata terdapat beberapa siswa-siswi yang belum bisa membaca dan menulis dengan baik,” ungkap Willem Naa saat ditemui pada Jum’at, 23 Juni 2023 di Hotel Rimba Papua, Timika.

Menurut Willem, hal itu akibat dari guru yang mengajar para murid. Sehingga Ia pun mengingatkan agar para guru yang mengajar di tingkat dasar untuk tidak meluluskan anak-anak yang belum bisa menulis dan membaca.

“Ini akibatnya dari guru-guru yang mengajar mereka (para murid) dari awal kondisi seperti ini kita mau kembalikan mereka susah, jadi ini satu masalah besar. Tanggungjawab saya adalah bagaimana melarang guru-guru agar mereka para siswa yang belum membaca dan menulis dengan baik jangan coba-coba kasih naik (kelas), kasihan mereka, dan mereka akan kesulitan lanjut sekolah disini (Timika) dan kita sangat rugi,” ujarnya.

Menanggapi mengenai ancaman dari orangtua murid yang anaknya tidak diluluskan, Willem Naa menegaskan kepada para guru harus siap memberikan penjelasan kepada orangtua murid bahwa anak mereka belum bisa membaca dan menulis dengan baik.

Karena itu, sebagai solusi dari persoalan ini, Willem Naa merencanakan akan menerapkan pola asrama di pesisir Mimika.

“Kemarin saya sudah sampai di Nayaro, siswa sudah mau 200 orang ini harus pola asrama dan kerjasama dengan Freeport, dan itu tanggungjawab pemerintah,” katanya.

“Orangtua mau keluar, mereka (anak-anak) sudah aman di asrama, orangtua tidak pikir mereka lagi dan mereka tidak pikir orangtua lagi, karena sudah ada pengelolanya di asrama sama seperti Sentra Pendidikan,” lanjutnya.

Advertisements

Pola asrama ini juga akan diterapkan di wilayah timur seperti di Jita atau Agimuga, dan wilayah Ararau, bagian barat Kabupaten Mimika.

“Rencana satu untuk bagian timur bisa Jita bisa Agimuga. Kita menjangkau mereka yang tidak terjangkau dan mereka harus ada pola asrama. Dan satu lagi sekolah pola asrama dibagian barat di Ararau,” katanya.

Advertisements

Willem Naa malah menyinggung pendidikan di Kokonao. Kaya dia, harus ada keterlibatan dari Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Dan yang ada di Kokonao, pemerintah harus terlibat, bukan hanya yayasan saja, apalagi Kokonao kota tua. Kita bukan hanya sebagai fasilitas saja, tapi pengelola, makan minum itu pemerintah yang kelola,” tutupnya.

 

penulis : Charlan Biru
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *