PPLPD Disparbudpora, Mimpi Mencetak Atlet Muda Sepakbola

PPLPD Disparbudpora, Mimpi Mencetak Atlet Muda Sepakbola
Kepala Disparbudpora Jacob Jantje Toisuta saat ditemui di Kuala Kencana, Kamis 7 Desember 2023. (Foto: Fachruddin Aji/seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) mengagas program Pusat Pendidikan Dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) khusus sepakbola untuk menghasilkan pemain muda berbakat asli Mimika.

Program akan diawali dengan pelaksanaan turnamen sepakbola khusus tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sabtu 9 Desember 2023 besok dan berlangsung selama satu pekan dengan sistim setengah kompetisi.

Kepala Disparbudpora Jacob Jantje Toisuta mengatakan, turnamen akan diikuti SMP se-Kabupaten Mimika, dengan usia minimal 12 tahun atau setara kelas 1 SMP.

“Kita prioritaskan anak SMP kelas 1,” katanya saat ditemui di Kompleks Gedung Serbaguna Kuala Kencana, Kamis 7 Desember 2023.

Jacob melanjutkan, program PPLPD sepakbola ini nantinya merekrut sekitar 22 pemain dengan pola pendidikan asrama.

Sesuai dengan rencana yang disusun peserta akan mulai perjalanannya setelah turnamen hingga nanti lulus SMA atau selama 3 tahun.

Demi kesuksesan program ini Disparbudpora Mimika juga telah merekrut pelatih kepala dan asisten pelatih dan pelatih fisik.

“Kita masih kekurangan pelatih kiper dan direktur teknik (tim), tetapi kita kan bicara anggaran, jadi yang penting kita jalan saja dulu lah dengan apa yang ada, karena kalau tidak mulai sekarang kapan lagi,” tuturnya.

Ia optimis program PPLPD akan berjalan terus meskipun dirinya nantinya telah pensiun ataupun terjadi pergantian di Disparbudpora.

“Ini program prioritas pada dinas olahraga untuk pembinaan usia dini dengan pola asrama,” tegasnya.

Jacob menegaskan seharusnya Mimika sudah memiliki fasilitas khusus pengembangan olahraga seperti Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan.

“Rencana akan ada pembangunan gedung asrama tahun depan, untuk tahun ini akan dilakukan pemusatan latihan berjalan (TC) jadi kita akan jemput dimana mereka berkumpul, dalam TC ini peserta akan diberikan makanan tambahan gizi seperti susu dan makanan lain,” jelasnya.

Dalam PPLPD sepakbola angkatan pertama Disparbudpora ingin merekrut pemain dengan presentase 60 persen pemain Amungme dan Kamoro serta 40 persen campuran.

Ditanya soal presentase itu Jacob membeberkan dalam perekrutan pihaknya tidak hanya melihat dari kemampuan tetapi juga melihat kualitas, kesehatan, dan umur.

“Pondasi kita harus kuat, kriteria penilaian yah skill olah bolah, setelah diseleksi terpilih anak-anak mereka diseleksi lagi umur dan kesehatan, jadi kita benar-benar selektif,” tegasnya.

Aspek umur kata Jacob sangat penting bagi atlet khususnya sepakbola sebab tidak hanya berpengaruh terhadap fisik tetapi juga karir sepakbolanya.

“Jangan sampai pencurian umur terjadi, kita semua akan rugi, dia (pemain) seumpama bagus dipanggil timnas ternyata umur 16 tahun (di cek berdasarkan anatomi tubuh dan gigi), jadi pemilihan pemain ini talent scouting saya harapkan benar-benar jujur,” terangnya.

Pelatih dan jajaran pun akan dievaluasi setiap dua tahun, apabila dinilai belum memenuhi ekspektasi maka akan diganti.

Mencetak seorang atlet adalah sebuah proses panjang, penuh pengorbanan baik materil dan non materil serta perlu program pengembangan yang tepat.

Sebagai contoh adalah Papuan Football Academy (PFA) yang dilakukan PT Freeport Indonesia yang menyediakan fasilitas, tetapi juga sumber daya manusia yang mumpuni untuk memimpin para calon atlet muda.

penulis : Fachruddin Aji
editor : Iba

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *