Cerita Sri Lestari, Warga Transmigrasi di Mimika Olah Sagu Menjadi Keripik

Sri Lestari saat menunjukan hasil produksinya. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Sri Lestari saat menunjukan hasil produksinya. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Sri Lestari, seorang ibu rumah tangga berusia 55 tahun yang tinggal di SP 7 Kampung Mulia Kencana, Distrik Iwaka, Mimika, Papua, memanfaatkan sagu untuk dibuat keripik.

Sri merupakan penduduk transmigrasi yang bermukim di SP 7 sejak tahun 1994.

Bermula dari situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat Covid-19 yang mengharuskan semua masyarakat untuk tinggal di rumah.

Sri kemudian mencoba berkreasi membuat usaha keripik berbahan dasar sagu dan kedelai.

“Pertama itu semenjak adanya Covid ini kita dituntut ikut aturan pemerintah. Tapi ekonomi terus berjalan. Awalnya ampas sagu ini Bapak (Suami – red) biasa ngasih makan bebek, saya berpikir bagusnya diolah jadi apa yah biar bisa dijual,” kata Sri kepada Seputarpapua.com di kediamannya, Minggu (29/8/2021).

Sri merupakan istri dari Samsul Bahri, mantan Kepala Kampung SP 7.

Karena suaminya pernah menjabat kepala kampung, Sri pun sering mengikuti kegiatan-kegiatan TP-PKK.

penulis : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *