Ini Kronologis Penangkapan Oknum ASN Pemasok Senjata dan Amunisi

Barang bukti amunisi yang diamankan polisi dari tangan oknum ASN
Barang bukti amunisi yang diamankan polisi dari tangan oknum ASN. Foto: Ist

JAYAPURA | Polres Yalimo menangkap seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pemasok amunisi dan senjata rakitan ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) Nduga.

Saat aparat kepolisian menangkap ASN berinisial AN ini membawa 615 butir amunisi dan senjata rakitan AFN.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum
Polda Papua, Kombes Faizal Ramadhani menjelaskan kronologis penangkapan AN berawal dari patroli yang dilakukan aparat dan melihat pengendara sepeda motor mencurigakan. Sehingga dilakukannya penggeledahan kepada AN.

“Karena perilakunya mencurigakan, kemudian diikuti, setelah itu kemudian dikontak kawannya itu yang ada di Poskol Elelim. Setelah dicegat dan digeledah, ditemukan sejumlah barang bukti yaitu senjata rakitan AFN dan sejumlah amunisi 615 butir,” kata Faizal, Kamis (30/6/2022).

Lanjut Faizal, selain akan membawa amunisi ke KKB Nduga, AN juga diyakini akan membawa ke Wamena, pasalnya AN merupakan penghubung jaringan KKB di Nduga.

“Amunisi MK3 ada 379 butir, moser 2 butir, AK 3 butir, SS1 158 butir, revolver 10 butir, US Carabine 52 butir, dan V2 Sabhara 11 butir. Dia termasuk di jaringan kelompok Nduga, jadi kita yakin sekali dia akan dibawa ke Nduga akan tetapi, kemungkinan bertemu dengan jaringan yang lain di Wamena, kemudian baru dibawa ke Nduga,” ujarnya.

“Tapi sekarang posisi tersangka sudah kita amankan, kita bawa ke Wamena, nanti dari Dirkrimum termasuk dari Satgas Damai Cartenz akan mem-backup ke Wamena untuk mengembangkan penyidikannya karena penyidikannya ini akan mengembang di daerah lain karena sumber amunisi ada di daerah lain,” tambahnya.

Faizal mengatakan untuk sementara anggota kepolisian akan ke Wamena melakukan pemeriksaan, jika ada keterkaitannya jaringan di Nduga, tidak menutup kemungkinan diduga memiliki keterlibatan terhadap kelompok yang menyerang Bripda Diego Rumaropen beberapa waktu lalu.

“Kalau ini memang ada keterkaitan satu jaringan karena ada beberapa link jaringan itu yang saling berkait. Setelah kita analisa antara kelompok yang menyerang Bripda Diego itu kemudian dengan ini ada beberapa titik temunya. Dan memang arahnya ke kelompok Nduga.

Apalagi ungkap Faizal bahwa kemungkinan besar kelompok ini sedang kekurangan amunisi dan senjata, sehingga memiliki penghubung-penghubung seperti AN.

“Mereka ini sedang kekurangan sekali dan memang bukan cuma kelompok Nduga. Kelompok-kelompok lain juga sedang kekurangan. Dan dari hasil penyelidikan kami. Kami tahu mereka sedang mengeluarkan beberapa penghubung-penghubung untuk mencari senjata dan amunisi. Pasti lah itu karena ini kita sedang dalami karena informasi yang kita dapat itu, satu butir peluru dia hargai 200 ribu, jadi sekitar 120 juta, cuma kita belum tahu sumber dananya dari mana,” pungkas Faizal.

reporter : Vidi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.