Kapolres Nduga Lakukan Terobosan Agar Aparat Cepat Merespon Suatu Kejadian

TIMIKA | Akses komunikasi masih menjadi hambatan bagi masyarakat di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, dan juga membuat aparat keamanan di wilayah itu terkadang lambat merespon suatu kejadian maupun peristiwa.

Saat ini saja, kata Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander yang ditemui di Mapolres Mimika pada 8 Agustus 2022, di kota Kenyam baru bisa sebatas menelpon biasa atau hanya jaringan 2 G.

Itupun terkadang masih sulit untuk langsung tersambung, harus berulang kali melakukan panggilan.

Sementara untuk jaringan data internet, saat ini masih memanfaatkan warung-warung atau kios-kios yang menyediakan WiFi dengan membeli voucher.

Karena itulah sehingga mengapa setiap kali ada kejadian maupun peristiwa, aparat keamanan kerap terlambat merespon ke lokasi kejadian, yang notabene jarak tempuh terbilang dekat, yakni beberapa kilo meter saja.

“Saat evaluasi dan analisa, kenapa sih kita selalu terlambat, padahal jarak kejadian berapa kilo meter saja. Jadi, kenapa kita terlambat? Karena komunikasi,” ungkap Kapolres Rio.

Seperti misalnya, peristiwa pembantaian warga sipil pada 16 Juli 2022 dan penembakan pesawat pada 30 Mei 2022.

Jarak lokasi kejadian menurut Kapolres terbilang dekat. Hanya karena kendala komunikasi, sehingga aparat keamanan telat mendapat informasi dan lambat merespon ke TKP.

Karena itulah Kapolres mencoba terobosan baru agar aparat keamanan bisa dengan mudah mendapatkan suatu informasi dari masyarakat terkait suatu kejadian atau peristiwa di wilayah Kenyam dan sekitarnya.

Terobosan tersebut adalah menyiapkan satu jalur atau frekuensi khusus untuk kamtibmas. Masyarakat boleh memiliki handy talky atau HT dengan memanfaatkan gelombang radio.

“Saya akan bikin call centernya ada di Polres. Bukan HP, tapi HT. Jadi kita akan siapkan satu jalur khusus Kamtibmas. Siapapun masyarakat yang mau, dia beli sendiri HT. Setelah dia beli sendiri, dia bawa ke Polres kita setting. Setelah kita setting, kita daftarkan, ini HT punya siapa. Takutnya dia pakai main-main,” jelas Kapolres.

Jalur atau frekuensi yang disiapkan, tentunya tidak sama dengan jalur komunikasi milik aparat keamanan.

Yangmana, melalui jalur khusus itu masyarakat dapat melaporkan hal apa saja terkait situasi Kamtibmas, entah terjadi suatu kejadian atau situasi terkini di wilayah masyarakat masing-masing.

“Sudah kami susun dan sudah kami belanjakan swadaya sendiri untuk perangkatnya di Jakarta,” kata Kapolres.

Kapolres juga mengatakan, melalui terobosan baru ini, pihaknya pun akan membuat regulasi agar masyarakat tidak sembarangan menyalahgunakan jalur khusus tersebut.

Sebab, hal ini semata-mata hanya kepentingan guna menciptakan situasi Kamtibmas tetap kondusif pasca serangkaian kejadian di Kabupaten Nduga.

“Jadi kita berikan frekuensi sendiri untuk Kamtibmas,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.