Lewati Pra-PON, Keuntungan Bagi Futsal PON Papua

Exco Futsal Papua, Daud Arim. (Foto: Adi/Seputarpapua)
Exco Futsal Papua, Daud Arim. (Foto: Adi/Seputarpapua)

JAYAPURA | Tim futsal PON Papua berstatus juara bertahan atau peraih medali emas PON XX tahun 2021 akan melewati babak pra-kualifikasi PON Aceh-Sumatera Utara, yang akan berlangsung pada September tahun 2023 ini.

Regulasi terbaru ini memang disayangkan oleh pelatih kepala futsal PON Papua, Daud Arim. “Ya ini sangat kita sayangkan, padahal ditahun-tahun yang lalu otomatis lolos, tidak ada pra-PON, tapi kali ini beda, tidak tahu kenapa,” kata Arim, Senin (23/1/2023) di Kota Jayapura.

Alasan usai ikuti Kongres Futsal untuk PON di Jakarta, disampaikan bahwa PON kali ini mengusung dua tuan rumah provinsi, yakni Aceh dan Sumatera Utara.

“Tapi setelah kita Kongres di Jakarta lalu disampaikan Papua baik sepakbola putra dan putri harus Pra-PON. Saya sempat bertanya kenapa demikian? Karena tuan rumahnya ada dua, Aceh dan Sumatera Utara, sehingga kuota itu diberikan ke salah satu provinsi. Kemudian itu sudah keputusan dari KONI Pusat dan seperti itu kita tidak bisa lagi apa-apa, jadi kita terpaksa harus ikut Pra-PON lagi,” ujarnya.

Kendati harus melewati babak pra-PON, pihaknya mengakui sebuah keuntungan besar bagi futsal PON Papua, lantaran seluruh pemain wajib berusia tahun lahir 2005.

“Tapi ada keuntungan buat kita. Kalau kita pakai pemain tahun 2001 itu pasti ada pemain Liga Profesional yang ikut. Tapi kali ini yang ikut pemain usia tahun 2005, pastinya masih-masih muda dan itu mempermudah untuk kita,” katanya.

Keuntungan itu dimanfaatkan benar-benar oleh pria yang juga mantan pesepakbola Persipura Jayapura ini untuk mempersiapkan para atlet lebih dulu.

“Kemarin sudah disampaikan mungkin tidak ada pemain Liga Profesional yang ikut di PON karena masih muda-muda. Jadi ini menguntungkan buat kita Papua karena dengan demikian kita futsal itu harus start duluan dari cabor-cabor yang ada,” tuturnya.

“Kenapa demikian? Karena kita rebut emas kemarin karena Pra-PON itu jadi kita harus menyiapkan tim futsal putra dan putri untuk latihan dari sekarang,” katanya Arim.

Diketahui sebelumnya, regulasi pada PON XXI Aceh-Sumut, cabor futsal terdiri dari putra 8 tim dan putri 6 tim, dimana putra terapkan batas usia maksimal kelahiran 01 Januari 2005, sedangkan putri tidak menerapkan adanya pembatasan usia atlet.

Sementara pelaksanaan babak kualifikasi menggunakan sistem setengah kompetisi dengan pembagian grup berdasarkan drawing bebas yang berhak lolos adalah peringkat ranking 1.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Vidi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.