seputarpapua.com

Lima Puskesmas di Mimika Belum Distribusikan Kelambu

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
KELAMBU | Pembagian kelambu kepada warga oleh petugas kesehatan Puskesmas Kwamki Narama. (Foto: Ist/SP)
KELAMBU | Pembagian kelambu kepada warga oleh petugas kesehatan Puskesmas Kwamki Narama. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua saat ini tengah membagikan kelambu bagi masyarakat melalui 23 Puskesmas.

Hal ini dilakukan sebagai upaya menekan angka kasus malaria di Mimika.

Dari 23 Puskesmas, sebagian besar sudah membagikam kelambu, namun masih ada lima Puskesmas yang belum membagikan kelambu.

Lima Puskesmas dimaksud diantaranya, Puskesmas Arowanop, Puskesmas Alama, Puskesmas Hoeya, Puskesmas Alama, Puskesmas Jila dan Puskesmas Tsinga.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular, Dinkes Mimkka, Obet Tekege mengatakan, saat ini untuk Puskesmas di wilayah kota sudah dilakukan pembagian kelambu.

Namun, untuk sebagian di wilayah pedalaman belum dilakukan. Sementara waktu pembagian kelambu yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan hanya sampai akhir bulan November.

“Untuk pedalaman dan pesisir masih belum karena masih terkendala dana untuk distribusinya,” kata Obet saat diwawancara, Senin (2/11).

Kata Obet, pihaknya akan terus berupaya agar lima Puskesmas tersebut bisa segera menyelesaikan pendistribusian kelambu kepada masyarakat.

“Kelambu sangat penting untuk mencegah gigitan nyamuk. Kalau tidak ada gigitan nyamuk di tubuh manusia, otomatis bisa menurunkan kasus malaria,” tutur Obeth.

Dalam pendistribusian kelambu sudah dilakukan sesuai dengan sasarannya. Ia mencontohkan untuk wilayah kota ada 111 titik pendistribusian.

Dimana petugas kesehatan dari puskesmas akan turun ke titik yang telah ditentukan untuk membagikan sesuai dengan jumlah penduduk.

Sebelum dibagikan, petugas juga memberikan cara memasang kelambu kepada warga.

“Pembagian dilakukan berdasar kelompok tidur pada setiap rumah, bukan jiwa,” ujarnya.

Obet menambah, untuk jumlah kelambu yang dibagikan belum dipastikan karena kebutuhan dari setiap puskesmas berbeda.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Misba Latuapo
Berita Terkait
Baca Juga