Pernah Satu Kabupaten, Begini Kesan Bupati Fakfak Tentang Mimika

Asisten 1 Setda Mimika, Yulianus Sasarari mendapingi Bupati Kabupaten Fak-fak Untung Tamsil mengunjungi Kantor Sentra Pemerintah di Kawasan SP3, Selasa (31/5/2022). (Foto: Kristina Rejang/Seputarpapua)
Asisten 1 Setda Mimika, Yulianus Sasarari mendapingi Bupati Kabupaten Fak-fak Untung Tamsil mengunjungi Kantor Sentra Pemerintah di Kawasan SP3, Selasa (31/5/2022). (Foto: Kristina Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Bupati Fakfak, Untung Tamsil mengunjungi Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (31/5/2022).

Bupati Fakfak sebelumnya sudah tiba di Timika sejak, Senin (30/5/2022).

Bupati Untung Tamsil tiba di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, sekitar pukul 11.20 WIT dan disambut Asisten 1 Setda Mimika, Yulianus Sasarari, Asisten III Setda Mimika Hendritte Tandiono, dan sejumlah jajaran Kepala OPD.

Asisten 1 Setda Mimika, Yulianus Sasarari menyampaikan ucapan selamat datang di Timika.

“Kehadiran Bapak Bupati bagi kami, kakak yang datang, sebab Mimika berasal dari Fakfak, mewakili Pemkab kami ucapkan terimakasih sudah hadir di Timika,” ujarnya.

Asisten III Setda Mimika, Henritte Tandiono memberikan penjelasan beberapa gambaran umum terkait Kabupaten Mimika mulai dari luas wilayah, jumlah distrik, hingga jumlah penduduknya juga visi misi dari Kabupaten Mimika kepada Bupati Fakfak.

“ABPD kita cenderung stabil dan selalu meningkat dalam lima tahun terakhir (2018-2022) kecuali pada tahun 2021 dikarenakan efek pandemi Covid 19 selama dua tahun terakhir,” jelas Hendritte.

Ia pun menunjukan beberapa dokumentasi terkait pembangunan di Mimika.

Bupati Fakfak, Untung Tamsil dalam mengucapkan terimakasih atas pelayanan yang diberikan sejak ia datang ke Timika.

“Ini sebuah refleksi dan impian bersama antara Fakfak dan Timika. Ada sejarah yang tidak bisa hilang ada proses dinamika yang ada di Papua maupun Papua Barat. Dimana kita masih satu kebersamaan ketika Timika masih ada di wilayah pemerintahan kabupaten Fakfak,” kata Bupati.

Ia mengatakan meskipun saat ini Mimika sudah menjadi Kabupaten sendiri namun bukan menjadi penghalang untuk terjalin silahturahmi sebab antara Fakfak dan Mimika ada sejarah yang tersirat.

“Kita ketahui bahwa Papua dan Papua Barat ada wilayah adat, dan sebagian wilayah Timika juga masuk di wilayah kami yaitu Bomberai, sejarah itu ikatan yang tidak bisa hilang dan itu harus tetap dijaga dan dijamin,” ujarnya.

Ia mengatakan dirinya datang ke Mimika untuk menghadiri acara kerukunan Fakfak di Timika sekalian membangun silahturahmi lebih dekat.

“Fakfak sebagai orang tua karena dapat melahirkan kabupaten yang luar biasa. Mulai dari saya tiba sampai sekarang ini luar biasa pembangunan yang ada di Timika. Untuk itu, kami ingin sekali mendekatkan kembali hubungan persaudaraan,” katanya.

Bupati yang menang Pilkada melalui jalur independen ini menyatakan dukungannya terhadap DOB.

“Prinsip kami mendukung DOB, Mimika yang akan menjadi Provinsi, karena ini peluang untuk membangun Mimika, kami mendukung pembangunan di Mimika juga,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar pemerintah senantiasa memperhatikan masyarakat Fakfak yang ada di Mimika, juga masyarakat asli Mimika Wee (Kamoro) yang ada di pesisir Mimika.

 

reporter : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.