Ratusan Guru di Asmat Belum Sertifikasi

Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta
Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta

MERAUKE | Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Papua, Barbalina Toisuta mengungkapkan bahwa ada 200 an guru di Kabupaten Asmat belum mengantongi sertifikat pendidik. Selain itu, ada banyak pula guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan strata satu (S1).

Barbalina menyebut guru dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) di Asmat berjumlah lebih dari 600 orang. Yang telah di-sertifikasi sebanyak 256 guru, selebihnya belum memiliki sertifikat. Sebanyak 600 an guru tersebut tersebar di 136 Sekolah Dasar, 19 Sekolah Menengah Pertama, dan 7 Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan.

“Untuk SD tersebar di 24 distrik yang ada di Asmat. Sementara SMP di 4 distrik, dan SMA/SMK hanya di dua distrik saja, yakni Agats dan Atsy,” kata Barbalina di Merauke, Sabtu (25/6/2022).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, Barbalina Toisuta mengatakan bahwa untuk mendorong serta meningkatkan sumber daya manusia tenaga pendidik di sana, Pemerintah Kabupaten Asmat telah melakukan sejumlah upaya.

Salah satunya membiayai guru-guru ASN ke dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Rekognisi Pembelajaran Lampu (RPL) yang dilaksanakan oleh sejumlah universitas di Indonesia.

“Guru ASN ada 200 an orang yang punya sertifikat pendidik, belum lagi yang kontrak dan honor. Pemkab Asmat tengah mengupayakan agar guru-guru bisa mengikuti kualifikasi pendidikan S1 dan juga mendapat sertifikat pendidik,” ujarnya.

“Terkait pelaksanaan program PPG dan RPL ini, kita sudah kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, diantaranya Universitas Cenderawasih Jayapura, Universitas Negeri Musamus Merauke dan Universitas Negeri Yogyakarta. Pemkab Asmat siap dari segi pembiayaannya,” sambung Barbalina.

Barbalina menjelaskan, kualifikasi pendidikan S1 dan sertifikasi sangat penting bagi para guru. Kualifikasi S1 sebagai pengakuan atas kualitas seorang guru (profesional), sedangkan sertifikasi berdampak pada kesejahteraan guru itu sendiri.

“Kualifikasi S1 menunjukkan bahwa dia adalah guru profesional yang memiliki kualitas yg baik, itu dari segi kualitas. Kalau sertifikasi menyangkut tunjangannya, itu dari aspek kesejahteraan. Sertifikasi guru ini juga menunjang akreditasi sekolah. Jadi sangat penting,” pungkasnya.

Bupati Asmat, Elisa Kambu menyatakan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Asmat memiliki perhatian yang sangat besar di sektor pendidikan, termasuk bagaimana meningkatkan kualitas dan juga kuantitas para guru.

“Kita sudah bekerja sama dengan Unmus dan UNY untuk mendorong pendidikan bagi para guru Asmat. Ini kita lakukan semata-mata untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi orang Asmat,” kata Elisa.

Ia berharap dengan mengikuti dan menyelesaikan program PPG dan RPL, para guru di Asmat lebih termotivasi melaksanakan tugas di sana. Dengan demikian juga kualitas pendidikan di Kabupaten Asmat secara bertahap menjadi lebih baik.

“Kita yang punya murid, punya anak, punya daerah, ya kita juga prihatin kalau guru-guru tidak sejahtera. Hal ini ikut berpengaruh terhadap kualitas. Kalau guru tidak serius mengajar, mendidik, ya outputnya kurang bagus,” pungkasnya.

reporter : Emanuel
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.