seputarpapua.com

Sekolah Kembali Dibuka, Jeni Usmany: Masyarakat Jangan Selalu Mengkritik

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kepala Dinas Pendidikan Jenny Usmani. (Foto: Anya Fatma/SP)
Kepala Dinas Pendidikan Jenny Usmani. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Aktifitas belajar mengajar sejak Pandemi Covid-19 tidak lagi dijalankan seperti biasanya melalui tatap muka di sekolah namun dilakukan secara online dari rumah.

Selama proses belajar dari rumah banyak keluhan dan juga kritikan dari masyarakat khususnya bagi orang tua yang anak-anaknya masih di usia sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Jeni Usmany mengatakan, pemerintah telah berupaya mengambil kebijakan terbaik dengan memberikan metode belajar di era new normal yaitu google classroom, WhatsApp dan pemberian modul.

Metode ini tidak lain bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mimika secara umum dan khusus untuk anak-anak usia sekolah.

Namun, hal itu belum juga memuaskan para orang tua yang kerap mengkritisi setiap kebijakan pemerintah yang menurutnya cukup baik.

“Jadi jangan cuma kritik tapi harus pahami konteks karena membangun pendidikan itu bukan kita bicara saja. Tidak bisa. Harus dasar teorinya jelas,” katanya saat diwawancara di salah satu hotel di Jalan Budi Utomo, Selasa (24/11).

Ia berharap, masyarakat sebaiknya jika memiliki solusi lain yang dianggap baik untuk kelanjutan proses pembelajaran sebaiknya diberikan sebagai masukan kepada pemerintah karena pemerintah juga membutuhkan masukan dari masyarakat.

Menurutnya, jika pemerintah daerah mengambil kebijakan untuk membuka sekolah dilakukan pembelajaran tatap muka secara full tentu akan beresiko karena hingga saat ini kasus positif Covid-19 di Mimika masih terus meningkat.

“Sekarang kalau misalnya ada masalah, apakah pemerintah juga tidak dituntut? Siapa yang mau membuat pernyataan itu! Kalau buat pernyataan itu bahwa ketika pemerintah dituntut dia yang bertanggung jawab, mari, boleh,” tutur Jeni.

Berita Terkait
Baca Juga